Berita Daerah
Nelayan Berusia Senja di Penjaringan Jadi Penjual Mainan agar Bisa Cabuli Bocah
Seorang nelayan berusia 60 tahun mengalami penyimpangan seksual, dia beralih jadi penjual mainan agar bisa dekat bocah untuk dicabuli.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Valentino Verry
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Seorang kakek berinisial Y yang sudah berusia 60 tahun, melakukan perbuatan cabul terhadap sejumlah bocah di Penjaringan, Jakarta Utara.
Y ternyata bekerja sebagai seorang nelayan, disamping sebagai penjual mainan.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama mengatakan yang bersangkutan sebenarnya sehari-hari bekerja seebagai seorang nelayan.
Baca juga: Rey Mbayang dan Shaka Setia Temani Dinda Hauw Jadi Model di Dubai Fashion Week
“Kalau lagi tidak jadi nelayan, biasanya menjual mainan anak-anak, berkeliling ke daerah-daerah permukiman,” ungkapnya, Minggu (21/11/2021).
Wiratama menjelaskan pelaku saat melancarkan aksinya tersebut tidak mengancam para korban. Hanya saja ia memberikan mainan yang dijualnya secara cuma-cuma agar bebas beraksi.
“Sampai detik ini belum ada iming-iming uang atau pengancaman,” sambungnya.
Sementara terkait modus pelaku melakukan aksi cabul terhadap korbannya yang berjumlah lima orang, hal tersebut masih didalami oleh jajaran Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Baca juga: Sekjen PHRI Harap PPKM Level 3 Tidak Diterapkan Secara Nasional saat Libur Nataru
“Motif pelaku sampai detik ini masih kita dalami karena baru kita amankan. Nanti kalau kita sudah temukan kita beritahu,” tutur Wiratama.
Sebelumnya, pelaku ditangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan, Sabtu (20/11/2021), setelah para korban melaporkan perbuatannya ke aparat kepolisian.
“Kami sudah mengamankan pelaku di rumahnya. Yang bersangkutan saat diamankan tidak ada melakukan perlawanan,” ungkapnya.
Adapun saat ini pelaku masih menjalani proses pemeriksaan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Baca juga: Ibu yang Melahirkan Anak Prematur Perlu Penanganan Kesehatan, karena Alami Stres
Selain itu sejumlah mainan yang dijual pelaku, telah disita sebagai barang bukti.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan sudah ada beberapa bocah yang jadi korban pencabulan dari Y.
“Sejauh ini sudah ada lima korban yang kami identifikasi,” ucap Kholis, Minggu (21/11/2021).
Kholis menambahkan bahwa saat ini pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap bocah-bocah yang menjadi korban pencabulan terutama untuk menjaga kondisi psikologis mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/kakek-mainan.jpg)