Bencana Alam
UPDATE Erupsi Gunung Semeru, Sebanyak 2.970 Unit Rumah dan 3.026 Ekor Hewan Ternak Terdampak
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari sebut 2.970 Unit Rumah dan 3.026 ekor hewan ternak terdampak.
Penulis: Panji Baskhara | Editor: Panji Baskhara
Ia pun segera memerintahkan beberapa jajaran terkait untuk melakukan tanggap darurat.
"Selamat pagi.
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi hari Sabtu lalu.
Segenap jajaran pemerintah telah bergerak mengambil langkah tanggap darurat dalam bencana alam tersebut.
Dan pagi ini, saya menuju Lumajang untuk meninjau langsung sejumlah lokasi yang terdampak erupsi Gunung Semeru." tulis akun Instagram @jokowi.
Kronologi Gunung Semeru Erupsi
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, membeberkan soal kronologi peningkatan aktifitas Gunung Semeru.
Melalui pesan singkatnya diterima redaksi TribunBekasi.com, menurut Abdul Muhari, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktifitas vulkanik.
Aktifitas vulkanik Gunung Semeru yang ditunjukkan tersebut yakni terjadinya guguran awan panas.
Awan panas tersebut mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12) pukul 15.20 WIB.
Ia mengatakan, kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas.
Getaran banjir lahar atau guguran awan panas itu tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.
Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas.
Hal itu angat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang.
Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.
Catatan dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter, dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.
(TribunBekasi.com/BAS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/kerusakan-di-DAS-Curah-Kobokan-Lumajang-Jawa-Timur.jpg)