Breaking News:

Berita Nasional

Wapres Nilai Stunting dan Gizi Buruk Berpengaruh Terhadap Pertumbuhan PDB Negara

Kerugian akibat stunting dan gizi buruk memberikan pengaruh sedikitnya 3 persen terhadap PDB.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin. 

TRIBUNBEKASI.COM — Tingkat prevalensi stunting sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada suatu negara. Kerugian akibat stunting dan gizi buruk memberikan pengaruh sedikitnya 3 persen terhadap PDB.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat dirinya membuka Forum Stunting Nasional 2021, Selasa (14/12/2021).

Menurut Wapres Ma'ruf Amin, pemenuhan gizi yang baik dan cukup untuk anak-anak bangsa merupakan bagian dari suatu investasi jangka panjang.

“Kita harus berinvestasi pada intervensi gizi sejak sekarang. Investasi ini adalah kunci masa depan bangsa kita,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

“Studi Bank Dunia menunjukkan, kerugian akibat stunting dan kekurangan gizi akan berdampak pada pengurangan sedikitnya 3 persen PDB dari suatu negara,” sambungnya.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Prevalensi Stunting di Indonesia Turun Jadi 14 Persen di 2024

Oleh sebab itu, lanjut Wapres, komitmen Pemerintah tidak pernah kendur terhadap penurunan angka stunting nasional.

Hal tersebut diwujudkan dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Di mana, Perpres ini memberikan dasar hukum untuk penguatan subtansi, pendanaan serta pemantauan dan evaluasi yang diperlukan dalam upaya penurunan stunting.

Baca juga: DPPKB Kabupaten Karawang Gandeng Kepala KUA untuk Perangi Stunting

Sebelumnya Ma’ruf juga telah membeberkan, angka prevalensi stunting di Indonesia masih di kisaran 27 persen.

Untuk menurunkan angka tersebut, diperlukan berbagai upaya dan juga komitmen yang kuat oleh seluruh pihak.

Wapres Ma’ruf mengungkapkan, Pemerintah Indonesia menargetkan dapat menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen di 2024.

Baca juga: Tim Baznas Temukan Kasus Stunting Diantara Anak-anak Terdampak Erupsi Semeru

“Percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat dari kita semua. Tidak hanya komitmen di tingkat pusat, upaya advokasi komitmen pemerintah daerah juga harus optimal,” ucap Wapres.

“Saat ini prevalensi stunting di Indonesia masih 27 persen, artinya untuk mencapai 14 persen pada tahun 2024 kita hanya punya waktu kurang dari 3 tahun lagi,” pungkasnya. (Tribunnews.com/Ismoyo)

 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved