Berita Kriminal

Cinta Segitiga Jadi Motif Kasus Pembunuhan Bos Beras di Karawang, Berikut Penjelasan Lengkap Polisi

Tim Reserse Kriminal Polres Karawang menangkap pelaku pembunuhan bos beras di Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Panji Baskhara
shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi: Tim Reserse Kriminal Polres Karawang menangkap pelaku pembunuhan bos beras di Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG - Terungkap, seorang bos beras di Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang dibunuh oleh selingkuhan istrinya sendiri.

Hal tersebut terungkap setelah Tim Reserse Kriminal Polres Karawang menangkap pelaku pembunuhan bos beras itu.

Dua pelaku pembunuhan bos beras tersebut berinsial N (39) istri korban dan AN (33) kekasih gelap istri korban.

Keduanya berhasil ditangkap kurang dari 24 jam pada Sabtu (21/1/2022) pukul 21.30 WIB.

Baca juga: Petani yang Dibunuh oleh Istri Sendiri dan Selingkuhannya Ternyata Seorang Juragan Beras di Karawang

Baca juga: Berasal dari Garut, Anggota TNI Tewas Ditikam di Waduk Pluit Sedang Terapi Kesehatan di Jakarta

Baca juga: Omicron Mayoritas Berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri, Wagub DKI Imbau Warga Patuhi Karantina

Kapolres Karawang, AKB Aldi Subartono sebut, sebelumnya dua tersangka ini sudah merencanakan pembunuhan tersebut.

Awalnya, tersangka N atau istri korban menjalin hubungan satu tahun seringkali curhat kepada AN selingkuhannya atas perilaku suaminya yang buruk tersebut.

Karena kesal, keduanya merencanakan aksi pembunuhan tersebut.

"Rencana awal gagal, lalu direncanakan lagi pada Jumat, (21/1) sekira pukul 23:30 saat korban tengah terlelap tidur di dalam kamarnya," ujar Aldi, pada Senin (24/1/2022).

Tersangka N dan AN merencanakan pembunuhan seolah-olah aksi perampokan.

AN datang ke rumah korban melalui jendela, akan tetapi anehnya cogkelan jendalan itu berada di dalam rumah bukan di luar.

"Dari situ kecurigaan kami, terungkap masuk ke rumah korban melalui jendela rumahnya itu dibuka sama N."

"Agar disangka perampokan dicengkong jendela itu seolah-olah pencurian tapi congkelan dari dalam rumah," ungkap dia.

Diterangkannya, adanya congkelan jendela dari dalam rumah jadi kecurigaan penyidik dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Selain itu juga benda berharga korban tidak ada yang hilang.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved