Berita Karawang
Warga Karawang Terpapar Omicron Bertambah Jadi 24 Orang, Mayoritas Pekerja Migran
Sementara, tiga warga positif Omicron melalui transmisi lokal. Yakni, seorang dokter yang bekerja di Jakarta, dan dua karyawan.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- Kasus positif Covid-19 di Karawang, Jawa Barat bertambah sebanyak 11 orang, pada Kamis (27/1/2022).
Berdasarkan update data Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang pada pukul 17.00 WIB.
Penambahan kasus baru sebanyak 11, tiga dirawat di rumah sakit dan delapan isolasi mandiri.
Sehingga total pasien yang dirawat 16 orang dan isolasi mandiri sebanyak 42 orang.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Booster di Rest Area KM 19 Tol Japek Rencananya Dijadwalkan Kembali Bulan Depan
Baca juga: Ada 24 Warga Positif Covid-19 Varian Omicron di Karawang, 21 Diantaranya Pekerja Migran Indonesia
Sedangkan total kasus di Karawang sebanyak 43.535, pasien sembuh 41.611 dan meninggal 1.866.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, dr Yayuk Sri Rahayu menduga peningkatan cepat kasus Covid-19 di Karawang karena pengaruh Omicron.
Walaupun demikian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboraturium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat.
"Kalau hasil CT (Cycle Threshold) 30 kita kirim ke Labkesda Provinsi (Jabar)," katanya.
BERITA VIDEO : SOSIALISASI VAKSIN BOOSTER DENGAN BAHASA CHINA
Sehingga, kata Yayuk, pihaknya belum bisa memastikan setiap kali penambahan kasus Covid-19 itu apakah varian Omicron atau bukan.
Hingga saat ini, dari hasil yang sudah keluar ada sebanyak 24 warga Karawang positif Omicron.
Sebanyak 21 penularan dari luar negeri dalam hal ini pekerja migran dan tengah karantina di Jakarta.
Sementara, tiga warga positif Omicron melalui transmisi lokal.
Yakni, seorang dokter yang bekerja di Jakarta, dan dua karyawan.
"Untuk karyawan itu terdeteksi Omicron usai dites sehabis pulang dari Sumatera dan karyawan lainnya terdeteksi saat mau melamar kerjaan dites swab di tempat kerjaannya," tandas dia.
Yayuk mengingatkan agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.
"Kami juga sudah melakukan rapat bersama seluruh unsur untuk penanganan, mulai operasi prokes dan 3T, tracing, testing dan treatment agar dapat terus menekan kasus Covid-19," tandasnya.
Diduga pengaruh sebaran Omicron
Kasus Covid-19 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus mengalami lonjakan tinggi, dalam berapa hari terakhir ini.
Pada Selasa (25/1/2022), tercatat terjadi penambahan 10 pasien Covid-19 dengan total 29 orang positif Covid-19.
Lalu, Rabu (26/1/2022) kemarin, ada penambahan 18 kasus baru Covid-19 sehingga total ada 47 kasus aktif Covid-19 di Karawang.
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Karawang, total konfirmasi mencapai 43.524 kasus.
Baca juga: Omicron Meningkat, Pemkab Karawang Usul Disdik Jabar Pertimbangkan Lagi PTM 100 Persen
Baca juga: Gara-gara Virus Omicron Mewabah, Kegiatan Belajar Mengajar di Kabupaten Karawang Masih Secara Daring
Diketahui, masih ada perawatan 13 orang, naik 3 orang, isolasi mandiri 34 orang, naik 15 orang dan yang sembuh total ada 4.611 orang naik menjadi 3 orang.
Lonjakan tersebut ditanggapi Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Yayuk Sri Rahayu.
Yayuk Sri Rahayu menduga tersebut lantaran dipengaruhi virus corona varian omicron.
Meski demikian hasil warga positif Covid-19 ini masih menunggu hasil laboraturium kesehatan, apakah varian omicron atau tidak.
"Ya ini mungkin efek dari omicron, tapi masih dugaan. Belum keluar hasil dari labnya, yang penambahan postif ini varian omicron atau bukan," ujar Yayuk, saat dihubungi pada Kamis (27/1/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/ilustrasi-omicron.jpg)