Berita Bekasi

Jelang Idul Adha, Polres Metro Bekasi Sambangi Peternakan Sapi

Para peternak atau pelaku usaha hewan kurban di Kabupaten Bekasi disarankan agar memperketat treatment.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Pemantauan hewan ternak oleh Polres Metro Bekasi dan Dinas Peternakan Kabupaten Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM — Menjelang hari raya Idul Adha 1443 Hijriah, jajaran Polres Metro Bekasi melakukan pengecekan kesehatan hewan ternak guna menghindari bahaya penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kunjungan secara langsung dilakukan oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan yang didampingi Wakapolres AKBP Deddy Supriadi beserta Dinas Peternakan di peternakan sapi Githa Farmer, Cikarang Timur, Bekasi.

"Hari ini saya mengecek peternakan Githa Farmer bersama Dokter Hewan Dian dan Kepala Puskeswan milik Pak Budiono yang berada di Cikarang Timur ada stok sekitar 150 ekor sapi untuk keperluan hari raya Idul Adha dan sudah dicek dengan Pak Dokter juga semua sehat tidak ada indikasi penyakit mulut dan kuku," kata Kombes Gidion Arif Setyawan saat dikonfirmasi, Kamis (9/5/2022).

Kombes Gidion Arif Setyawan menjelaskan pemilik peternakan sangat baik melakukan pencegahan penularan PMK kepada hewan ternaknya dengan cara melakukan pemisahan karantina.

"Cara-cara pak Budiono mentreatmen hewan peliharaannya sudah baik dan yang tadi dipaparkannya ini sangat efektif dan baik untuk mencegah tertularnya atau terinfeksinya virus penyakit mulut dan kuku tersebut dan ini bisa menjadi rolemodel peternakan di Kabupaten Bekasi," paparnya.

Baca juga: Ternak Terjangkit PMK Terus Bertambah, Pemkab Karawang Minta Hewan dari Luar Diisolasi Dahulu

Baca juga: Kasus PMK di Kota Bekasi Bertambah Lagi, Tercatat Ada 36 Ekor Sapi Bergejala

Baca juga: Spanduk Tolak Kegiatan Khilafatul Muslimin Beredar di Bekasi

Ia mengakui, telah ditemukan beberapa ternak yang terjangkit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Namun kini sudah dilakukan treatment secara intensif.

"Menurut informasi yang saya dapat ada beberapa peternakan ada indikasi terinfeksi virus Penyakit Mulut dan Kuku tetapi semuanya dapat dilakukan treatmen, jadi tidak sampai di lockdown atau seperti pandemi yang memprihatinkan," tegasnya.

Keberhasilan penanganan menangkal penyebaran virus PMK itu tak lepas dari peran serta semua pihak terutama koordinasi yang cepat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi dengan pemilik peternakan.

"Dokter Hewan dan Pusat Kesehatan bersinergi dalam mentreatmen hewan-hewan yang terindikasi terinfeksi virus penyakit mulut dan kuku ini," jelas Kombes Gidion Arif Setyawan .

Baca juga: Happy Salma Jauhkan Anak-Anaknya dari Gadget dan Pilih Bermain dengan Alam

Baca juga: Erick Thohir dan Anies Baswedan Dijadwalkan Bertemu di Jakarta Fair 2022 Kamis Malam Ini

Ia menambahkan, para peternak atau pelaku usaha hewan kurban di Kabupaten Bekasi disarankan agar memperketat treatment.

"Hal ini untuk menjaga kesehatan hewan dan mencegah masuknya virus penyakit mulut dan kuku, sehingga semua dapat terjaga dengan baik," ungkapnya. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved