Berita Bisnis
SBR011 Segera Diterbitkan, Moduit Ajak Masyarakat Pahami Risiko dan Keuntungannya
SBR011 dinilai sangat menarik bagi investasi pemula yang umumnya masih menghindari terjadinya resiko dalam berinvestasi.
TRIBUNBEKASI.COM — Pemerintah bakal segera menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) jenis Saving Bond Ritel (SBR) SBR011.
Sebelumnya pemerintah telah menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI021 pada awal tahun dan Sukuk Ritel (SR) SR016 di Maret 2022 lalu.
SBR011 merupakan SBN Ritel ketiga yang diterbitkan pemerintah sejak awal 2022 ini.
Masa penawaran SBR011 mempunyai rentang waktu periode 25 Mei 2022 hingga 16 Juni 2022 dan mempunyai jangka waktu investasi selama dua tahun.
Bagi WNI yang berminat berinvestasi di SBR011, bisa mendapatkannya melalui mitra agen penjual yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan.
Para mitra itu adalah bank, sekuritas, dan intitusi keuangan lainnya, salah satunya Moduit sebagai platform digital private wealth management.
Namun, sebelum memutuskan untuk melangkah ke agen penjual, penting untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan SBN, jenis-jenisnya, kemudian risiko dan tentu saja keuntungan yang berpotensi diperoleh.
Baca juga: Siap-siap Pemancingan Ikan di Karawang Bakal Dikenai Pajak
Baca juga: Disnakertrans Karawang Kirim Permohonan Pemulangan Narmi, TKW yang Diancam Disuntik Mati Majikan
Dikutip pada laman Kementerian Keuangan, SBN merupakan singkatan dari Surat Berharga Negara.
Surat utang ini merupakan produk investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh Pemerintah.
Tujuannya untuk menggalang dana masyarakat dalam pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dengan begitu, masyarakat dapat menjadi investor SBN sekaligus berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan nasional.
Sederhananya, dengan membeli SBN maka Anda telah menginvestasikan sejumlah dana kepada pemerintah untuk jangka waktu tertentu.
Setelah jatuh tempo pemerintah akan mengembalikan dana investasi tadi secara utuh, ditambah kupon atau bunga sebagai hasil investasi.
Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Janji Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: Kuncinya adalah Kemandirian
Baca juga: Soal Pindah Ibu Kota, Wali Kota Bogor Sebut Jakarta Bisa Menjelma Jadi Sentra Bisnis dan Pariwisata
Adapun terkait risiko investasi, karena SBN diterbitkan pemerintah, bisa dikatakan produk ini dapat digolongkan sangat rendah risiko bahkan zero risk.
Sebaliknya bunga yang dihasilkan dari SBN cukup bersaing dibanding instrumen investasi perbankan seperti deposito apalagi tabungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/moduit-12juni.jpg)