Berita Bekasi

Gelar Seminar Internasional, Perguruan Attaqwa Tanamkan Jiwa Toleransi dalam Kehidupan Beragama

KH. Irfan Mas’ud selaku Pimpinan Perguruan Attaqwa menjelaskan acara tersebut digelar untuk menanamkan jiwa toleransi kepada siswa Attaqwa.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Acara seminar internasional Perguruan Attaqwa. 

TRIBUNBEKASI.COM, BABELAN — Perguruan Attaqwa bekerja sama dengan Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia menyelenggarakan seminar internasional bertajuk Peran Civil Society Dalam Moderasi Beragama.

Hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. Hasan Sholah Al-Sagir, Dewan Ulama Senior Universitas Al Azhar; Prof. Dr. Abdul Dayem Nushair, Sekretaris Jenderal OIAA Pusat; Dr. H. Lukman Hakim Saifuddin Mantan Menteri Agama RI 2014-2019; Dr. KH. Abdul Ghofur Maemun, Rais Syuriah PBNU; Dr. KH. Abid Marzuki, Ketua STAI Attaqwa Bekasi; dan Dr. KH. Abdul Jabbar Majid, Mudir Ma’had Aly Attaqwa KH. Noer Alie.

Dalam sambutannya, KH. Irfan Mas’ud selaku Pimpinan Perguruan Attaqwa menjelaskan acara tersebut digelar untuk menanamkan jiwa toleransi kepada siswa Attaqwa.

"Sejak dari sekolah-sekolah kami sudah ajarkan bahwa ada beberapa perbedaan yang boleh atau tidak boleh ditolerir, ada juga prinsip dasar yang harus ditoleransi baik kepada agama apa pun," kata Irfan saat ditemui di lokasi, Rabu (22/6/2022).

Sementara itu, Prof. Hasan Soleh menjelaskan bahwa ayat Al Quran dan hadis menjelaskan bahwa manhaj dalam Islam adalah manhaj yang moderat.

Baca juga: KPU Kota Bekasi Catat Ada 1.676.459 Pemilih Berkelanjutan Periode Mei 2022

Baca juga: Datangi Propam Polri, Nikita Mirzani Minta Perlindungan Hukum dan Keadilan

Moderasi dalam beragama mencakup seluruh praktik-praktik beragama. Bahwa dakwah dilakukan dengan hikmah, tanpa paksaan, dan memberikan argumentasi yang baik

"Universitas Al Azhar, sebagai lembaga pendidikan tertua di dunia mengajarkan dan mengamalkan moderasi beragama berdasarkan Al Quran dan As Sunnah, bahwa Islam mengajarkan setiap ummatnya untuk bersikap moderat dalam segala hal, termasuk beragama," tuturnya.

Attaqwa2-22Juni
Penyerahan cenderamata usai acara seminar internasional di Perguruan Attaqwa.

Sedangkan Dr. Lukman Hakim menyatakan Indonesia bukan negara yang secara tegas menyatukan, atau memisahkan antara agama dan negara.

Menurutnya, negara dalam kaitannya dengan kehidupan keberagamaan, tidak boleh campur tangan, namun tidak pula lepas tangan. 

"Indonesia adalah negara dengan nilai-nilai agama yang sangat kental, sebab agama sudah tertanam dalam kehidupan masyarakat. Sebab baik agama maupun negara saling membutuhkan satu sama lain, sehingga agar nilai-nilai keagamaan dapat membumi maka negara harus hadir dan menjamin hal tersebut," kata Lukman.

Baca juga: Kelompok Pakar DPRD Soroti Banyaknya Pelaksana Tugas di OPD Karawang

Baca juga: Tahapan Pemilu 2024 Dimulai, Inilah Persiapan KPU Kota Bekasi

Lalu,  Dr. Abdul Ghofur Maemun menjelaskan bahwa pesantren memiliki peran sentral dalam mendorong manhaj ahlus sunnah wal jamaah yang berpendirian moderat.

Hal ini dilakukan sebab Islam ketika datang ke Jawa tidak disebarkan melalui kekerasan, namun melalui jalur kebudayaan. 

"Dengan persentuhan antara Islam dan kebudayaan, menjadikan Islam di Indonesia menjadi sangat berbeda wataknya dengan di negara lain. Di Indonesia, Islam dikenal tidak hanya sebagai agama, namun juga bagian dari budaya. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri ketika berhadapan dengan kolonial, di mana Islam justru semakin kuat, di mana para kiai di Nusantara terkoneksi dengan jaringan ulama di Timur Tengah, salah satunya dengan Al Azhar di Mesir," ungkap Abdul.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara Perguruan Attaqwa, Sekolah Tinggi Agama Islam Attaqwa, dan Ma’had Aly Attaqwa KH. Noer Alie dengan Organisasi Internasional Alumni Al Azhar dalam rangka pertukaran informasi, pengalaman, dan pengembangan program pendidikan di Perguruan Attaqwa. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved