Berita Nasional

Diperiksa Kejagung 12 Jam, Eks Mendag Muhammad Lutfi Bongkar Keterlibatan Para Tersangka 

Mantan Mendag Muhammad Lutfi menjalani pemeriksaan yang dimulai sejak pukul 09.10 WIB hingga pukul 21.11 WIB di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan.

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com
Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. 

TRIBUNBEKASI.COM — Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi telah menyelesaikan pemeriksaan kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya, termasuk minyak goreng periode 2021-2022.

Muhammad Lutfi menjalani pemeriksaan yang dimulai sejak pukul 09.10 WIB hingga pukul 21.11 WIB di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan. Artinya, Muhammad Lutfi menjalani pemeriksaan total selama 12 jam.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Supardi mengatakan bahwa eks Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi kooperatif saat diperiksa oleh penyidik.

Menurut Supardi, Muhammad Lutfi tidak berusaha menutup-nutupi kasus tersebut.

Muhammad Lutfi juga telah menjelaskan dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penyidik.

Baca juga: Tim PSSI Hari Ini Cek Kesiapan Stadion Patriot Candrabhaga untuk Turnamen Piala AFF U-19

Baca juga: Komplotan Maling Gasak 23 Motor Matic dalam Setahun, Dua Pelakunya Diringkus Polisi

"Pak Lutfi itu sudah membuka semua. Artinya dia mencoba terbuka, dia terbuka betul apa yang dia dengar, dia lihat dan alami. Cuma saya ndak bisa sampaikan," kata Supardi di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (22/6/2022) malam.

Supardi menjelaskan Muhammad Lutfi juga membuka keterlibatan para pihak yang kini menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

"Membuka artinya, dia tuh apa yang dia dengar, dia alami sudah berusaha dibuka dan tidak ditutup-tutupi terkait dengan keterlibatan orang-orang itu," jelasnya.

Di siai lain, Supardi menyatakan pihaknya masih belum berencana untuk melakukan pemanggilan kepada M Lutfi. Sejauh ini, masih belum ada lagi keterangan yang akan digali kepada eks Mendag RI tersebut.

"Dari pertanyaan sekian banyak tadi, sebenarnya rasanya sudah memadai, sudah representatif untuk pembuktian para tersangka itu, nanti kan masih diperiksa nih, nanti kalau ada progres yang baru ya itu tentunya kalau memang perlu dipanggil ya dipanggil," pungkasnya.

Baca juga: Perguruan Attaqwa Gelar Seminar Internasional: Tanamkan Jiwa Toleransi Siswa Dalam Moderasi Beragama

Baca juga: KPU Kota Bekasi Catat Ada 1.676.459 Pemilih Berkelanjutan Periode Mei 2022

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved