Berita Duka Cita
Jenazah Bob Tutupoly Bakal Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Hari Kamis Ini
Kabar tentang rencanaa pemakaman Bob Tutupoly itu disampaikan langsung oleh sang anak, Sasha Tutupoly melalui siaran langsungnya.
Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Ichwan Chasani
Ia kembali menyanyikan lagu Sarinande, dan deretan lagu Ambon lain, termasuk Mande-mande.
Baca juga: Shin Tae-yong Kecewa Timnas Indonesia U-19 Ditahan Imbang Thailand U-19
Baca juga: Selamatkan Gawang Indonesia dari Serbuan Thailand, Pelatih Gracia Puji Cahya Supriadi
Hal ini bertolak belakang dengan sikap sang kakek dan nenek yang mendukung Bob untuk bernyanyi.
Meski sang ayah bersikap tegas, namun Bob tak berhenti melanjutkan hobinya.
Saat SMA ia bernyanyi di acara jazz RRI Surabaya bersama Didi Pattirane.
Bersama Didi, Bob membentuk band Bhineka Ria.
Di tahun 1959, menjadi juara pertama di festival band se-Indonesia di Surabaya.

Karier Bob dimulai sejak saat itu.
Ia ingin namanya dikenal di Jakarta.
Meski begitu, Bob tetap harus mengikuti keinginan sang ayah untuk kuliah.
Ia lalu kuliah di Perguruan Tinggi Ekonomi Surabaya.
Karena masih bernyanyi, Bob dikirim ke Bandung untuk kuliah di Universitas Padjajaran.
Namun di Bandung, karier bernyanyi Bob justru semakin melambung.
Baca juga: BPN Karawang Targetkan 57.000 Program PTSL 2022 Tuntas November
Baca juga: KBC Soroti Kinerja BPN Karawang, Dinilai Berbelit-Belit dan Rawan Pungutan Liar
Pada paruh kedua 1960-an, Bob Tutupoly mulai dikenal lewat lagu Tinggi Gunung Seribu Janji, Hanya Padamu, dan Tak Mungkin Kulupa.
Bob makin terkenal dengan tembang Tiada Maaf Bagimu.
Tahun 1969 hingga 1976, Bob mengudara hingga Amerika Serikat.