Berita Jakarta

Pakai Alat Cidera Leher, Mantan Menpora Roy Suryo Bungkam Usai Diperiksa 10 Jam di Polda Metro Jaya

Ketika ditanya awak media, Roy Suryo enggan memberikan keterangan terkait pemeriksaan yang dijalaninya selama 10 jam di Polda Metro Jaya.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo selesai menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis (28/7/2022) pukul 22.33 WIB. 

Menurutnya, Roy sudah berupaya kooperatif menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus stupa Candi Borobudur.

Bahkan pada proses pemeriksaan Jumat (22/7/2022) lalu, kliennya sampai drop diperiksa 10 jam oleh penyidik Subdit Siber Polda Metro Jaya.

"Hari ini juga tadi saya juga menyarankan kepada beliau untuk cek kesehatan dulu, diperiksa sebelum dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit," tutur Pitra.

Roy Suryo minta umat Buddha memaafkannya

Tokoh umat Buddha, Lieus Sungkharisma mendampingi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suyo selama pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Kamis (28/7/2022).

Menurutnya, sampai malam ini sudah ada 40 pertanyaan yang diajukan penyidik dan dijawab Roy Suryo.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Jaya Suprana selaku tokoh senior umat Buddha dan dinilai rukun dengan semua agama. 

Pakar telematika Roy Suryo selesai menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Subdit Siber Direktorat Reserse Krimimal Khusus Polda Metro Jaya pada Jumat (22/7/2022) pukul 22.00 WIB memakai kursi roda.
 
Pakar telematika Roy Suryo selesai menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Subdit Siber Direktorat Reserse Krimimal Khusus Polda Metro Jaya pada Jumat (22/7/2022) pukul 22.00 WIB memakai kursi roda.   (Wartakotalive.com)

"Beliau memohon kewelas asihan umat Buddha untuk memaafkan Roy Suryo," katanya di Polda Metro.

Ia bahkan sudah mendapat kabar dari pelapor bahwa secara pribadi telah memaafkan pakar telematika tersebut atas postingan stupa Candi Borobudur wajah Presiden RI, Joko Widodo.

Namun, permintaan maaf dari Roy Suryo itu harus dilakukan di tempat khusus supaya tidak lagi menjadi polemik.

"Kalau saya sebagai umst Buddha malu, maafkan itu harusnya dari hati. Kalau sudah memaafkan cabut dong laporannya," tegasnya.

Lieus sebagai umat Buddah merasa tidak tegas denga kasus yang menerpa Roy, apalagi selesai pemeriksaan pada Jumat (22/7/2022) sampai menggunakan kursi roda.

Ia pun beranggapan patung Candi Borobudur merupakan simbol agama dan tidak sakral.

"Kalau namanya patung enggak ada yang sakral, ada loh patung Buddha mirip gusdur, kok tak ada yang marah, jadi saya lihat ini menurut saya pengen manggung didorong-dorong," terang Lieus.

Pria yang kenakan kemeja merah ini menambahkan, foto yang beredar itu tidak layak dianggap sebagai sebuah penistan agama.

Sebab, yang terpasang di sana adalah wajah mirip Jokowi dan sebagai kepala negara maka orang nomor satu di Indonesia itu memiliki enam agama.

"Kok marah kok tersinggung dan Roy Suryo itu dia bukan edit, dia penjelasan nya itu soal harga naik ke Candi Borobudur kok tinggi sekali," kata Lieus.

(Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir m26)

 

 

 

 
 

Sumber: Wartakota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved