Penembakan Brigadir J

Datang ke Bareskrim Polri, Irjen Ferdy Sambo Masih Gunakan Seragam Dinas Divisi Propam

Irjen Ferdy Sambo meminta kepada masyarakat dan sejumlah pihak untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan kematian Brigadir Yosua.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Miftahul Munir
Irjen Ferdy Sambo memenuhi undangan pemeriksaan penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi atas kematian Brigadir Nofriansyah Yousa Hutabarat pada Kamis (4/8/2022) pagi. 

TRIBUNBEKASI.COM — Irjen Ferdy Sambo datang ke Bareskrim Polri menggunakan mobil kijang Innova hitam untuk memenuhi panggilan penyidik pada Kamis (4/8/2022) sekira pukul 09.50 WIB.

Saat datang, Irjen Ferdy Sambo masih mengenakan seragam dinas dan logo di lengan kanannya yang berlambang Divisi Propam Mabes Polri.

Sama halnya dengan anggota yang mengawal secara ketat setiba di Bareskrim Polri juga dari Divisi Propam Mabes Polri.

Anggota yang mengawal mengenakan tanda di tangan kirinya warga biru bertuliskan "Provos" dan topi baret biru muda.

Para pengawal itu berjajar di bagian sisi kanan, kiri dan belakang agar awak media tak terlalu dekat dengan jenderal bintang dua tersebut.

Baca juga: Tembak Menembak Polisi di BNI Gambir, Polda Pastikan Hoax, Ada Unsur Kelalaian dan Kecerobohan

Baca juga: Realisasi Investasi Semester Pertama 2022 di Karawang Mencapai Rp 15,27 Triliun

Dengan jiwa kesatria, Irjen Ferdy Sambo mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Brigadir Yosua atas peristiwa yang terjadi di rumah dinasnya.

Namun, semua itu terlepas dari apa yang dilakukan Brigadir Yosua kepada istri dan keluarganya.

"Saya selaku ciptaan Tuhan menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Polri. Demikian juga saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Brigadir Yoshua," tegasnya.

Selesai menyampaikan keterangan, Irjen Ferdy Sambo kemudian masuk ke dalam ruang penyidik Bareskrim Polri.

Sejumlah awak media terus mencecar pertanyaan, tapi alumni akpol 1994 itu tak menjawab.

Baca juga: Berbalik Naik, Harga Emas Batangan Antam Kamis Ini Naik Rp 5.000 Per Gram, Ini Rinciannya

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Dua Perusahaan Bidang Otomotif Butuh Operator Lulusan SMA/SMK

Sebelumnya, Irjen Ferdy Sambo mengatakan dirinya merasa tertekan ketika asumsi kematian ajudannya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat berkembang di publik.

Irjen Ferdy Sambo meminta kepada masyarakat dan sejumlah pihak untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan kematian Brigadir Yosua.

"Saya harapkan kepada seluruh pihak dan masyarakat untuk terus bersabar dan tidak memberikan asumsi, persepsi, simpang siurnya peristiwa di rumah saya. Saya mohon doa," tegas Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri Kamis (4/8/2022).

Selain tekanan kepada dirinya, sang istri pun masih mengalami trauma dengan insiden pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yosua.

Baca juga: Temui Istri Ferdy Sambo, Komnas Perempuan Ungkap Kondisinya Shock dan Menangis Terus

Baca juga: Bharada E Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Brigadir J Simpulkan Tak Ada Pelecehan Istri Ferdy Sambo

Ia sudah melayangkan permohonan maaf ke institusi Polri dan keluarga Yosua atas peristiwa yang terjadi di Kompleks Polri Duren Tiga, Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) lalu.

"Saya hadir memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Pemeriksaan hari ini adalah pemeriksaan yang keempat," ucap Irjen Ferdy Sambo. (Wartakotalive.com/Miftahul Munir)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved