Berita Kecelakaan

Pasca Kecelakaan Maut di Bekasi, Ridwan Kamil Dorong BPTJ Atur Jam Operasional Truk Bertonase

Kita sudah kirimkan surat supaya membatasi truk-truk besar di jam-jam siang di daerah padat seperti ini," kata Ridwan Kamil

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendorong Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk dapat mengatur jam operasional truk bertonase ketika melintas di jalur padat seperti Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi yang merupakan jalan Nasional. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI BARAT --- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendorong Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk dapat mengatur jam operasional truk bertonase ketika melintas di jalur padat seperti Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi yang merupakan jalan Nasional.

Sebab, insiden kecelakaan truk bertonase sendiri juga sempat terjadi beberapa bulan lalu, ketika truk pertamina terlibat kecelakaan di kawasan alternatif Cibubur, Jawa Barat. Korban jiwa pun banyak atas insiden itu.

"Kita sudah meminta BPTJ selaku pemilik jalannya karena di republik ini jalan itu ada pemiliknya beda-beda tapi kewenagan pemilik jalan tidak sesederhana itu. Kita sudah kirimkan surat supaya membatasi truk-truk besar di jam-jam siang di daerah padat seperti ini," kata Ridwan Kamil, Kamis (1/9/2022).

Diungkapkan oleh Kang Emil, jika kecelakaan lalu lintas tidak sepenuhnya karena faktor infrastruktur maupun sistem lalu lintas yang ada.

Namun terkadang juga dipengaruhi oleh kendaraan itu sendiri. Maka dari itu, atas insiden ini menjadi evaluasi bersama untuk selalu memperbaiki.

"Makanya kepada semua dari kita yang keluar dari rumah mohon dicek urusan remnya, urusan kelengkapan kelaikannya. Ini tanggung jawab bersama. Ini semua harus ada analisa bersama, supaya jadi pelajaran buat kita semua. Ini bagian dari proses yang terus kita perbaiki," katanya.

Baca juga: Pasca Peristiwa Kecelakaan Maut, Kegiatan Belajar Mengajar di SDN Kota Baru II dan III Diliburkan

Baca juga: Sebelum Kecelakaan Maut Terjadi, Pihak SDN Kota Baru II dan III Ingin Pindahkan Akses Masuk Sekolah

Terpisah, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan jika pada 16 Agustus 2022, sebelum insiden kecelakaan terjadi, pihaknya sudah mengirimkan surat usulan kepada BPTJ terkait terkait pembatasan jam operasional kendaraan dimensi besar.

Dimana dalam surat tersebut, jika mobilitas kendaraan orang dan barang terutama dan jalan arteri primer dengan status jalan nasional seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Cut Mutia, dan Jalan Sultan Agung tumbuh pesat.

Maka dengan itu, berkaitan hal tersebut, mengusulkan pembatasan jam operasional kendaraan berdimensi besar yang melintas pada jam tersebut terutama jam sibuk.

BERITA VIDEO : PERMINTAAN NAUFAL SHIDQI SOAL SEPATU SEKOLAH BELUM TERKABUL

Jam pengusulan yaitu, hari Senin-Jumat pagi pukul 05.30-08.30 WIB, sedangkan siang pukul 16.30-19.00 WIB, untuk Sabtu dan Minggu 10.00-21.00 WIB.

"Di Jalan itu banyak tidak ada jembatan penyeberangan jadi semua dilalui secara proses manual. Oleh karena itu, 16 Agustus Pemkot Bekasi udah melayangkan surat permohonan evaluasi terutama pada saat jam sibuk," kata Tri Adhianto.

Hanya saja, diungkapkan okeh Tri Adhianto, jika yang sudah diusulkan itu hingga saat ini belum ada jawaban dari pihak BPTJ.

Namun diharapkan dengan surat ini pihak BPTJ bisa melakukan diskusi bersama terkait kondisi jalan arteri disaat jam sibuk. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved