Penembakan Brigadir J

LPSK Ungkap Kejanggalan Hasil Temuan Komnas HAM Adanya Dugaan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan adanya kejanggalan dari hasil temuan tersebut.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dedy
Grup WA via Tribunnews.com
Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) tengah berfoto bersama ajudannya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menanggapi adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. (FOTO DOKUMENTASI) 

TRIBUNBEKASI.COM  --- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menanggapi adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Hal itu mencuat berdasarkan hasil temuan dan rekomendasi Komnas HAM dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Untuk diketahui, Komnas HAM resmi menyerahkan laporan penyelidikan kasus Brigadir J ke Polri.

Sejumlah rekomendasi disampaikan kepada Tim Khusus (Timsus).

Dalam laporan itu, diungkap sejumlah temuan, yang mana satu di antaranya adalah dugaan kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan adanya kejanggalan dari hasil temuan tersebut.

Baca juga: Tiga Alasan IPW Desak Polri Menahan Putri Candrawathi, Tersangka Pembunuhan Berencana Brigadir J

Baca juga: Jadi Tersangka Pembunuhan, Putri Candrawathi Tak Ditahan, Hanya Wajib Lapor Dua Kali Sepekan

Adapun LPSK menjabarkan soal kejanggalan itu dalam tujuh poin.

Pertama, kecil kemungkinan terjadi peristiwa pelecahan seksual.

Pasalnya, masih ada Kuat Ma'ruf dan saksi Susi saat kejadian itu di Magelang, Jawa Tengah.

BERITA VIDEO : PUTRI CANDRAWATHI TIDAK LAPORKAN DUGAAN TINDAK KEKERASAN SEKSUAL

"Yang tentu dari sisi itu kecil kemungkinan terjadi peristiwa, kalaupun terjadi peristiwa kan si ibu PC masih bisa teriak," ujarnya, Minggu (4/9/2022).

"Kedua, dalam konteks relasi kuasa. Relasi kuasa tidak terpenuhi karena J adalah anak buah dari FS (Ferdy Sambo). PC adalah istri jenderal," lanjut Edwin.

Menurutnya, dua hal biasanya terpenuhi dalam kasus kekerasan seksual, pertama relasi kuasa dan kedua pelaku memastikan tidak ada saksi.

Relasi kuasa itu misalnya terjadi antara dosen dengan mahasiswa, orangtua dengan anak, artis dengan fans, bos dengan karyawan, rentenir dengan pengutang, dan lainnya.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved