Berita Nasional

Sandiaga Buktikan ADWI Jadi Program Tepat Sasaran, Tepat Manfaat dan Tepat Waktu

Sandiaga mengatakan, desa wisata merupakan program unggulan yang menjadi pilihan banyak desa di tanah air.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno disambut tarian Sekapur Sirih saat menyambangi Desa Wisata Pentagen, Kabupaten Kerinci, Jambi, baru-baru ini. 

ADWI merupakan salah satu program unggulan penggerak kebangkitan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata Indonesia yang sedang digalakan oleh Kemenparekraf untuk kedua kalinya.

Tema tahun ini adalah Kebangkitan Ekonomi untuk Indonesia Bangkit.

Baca juga: Geger, Jasad Bayi Laki-laki Baru Lahir Dibuang ke Selokan Perumahan Kosambi Klari

Baca juga: Saan Mustopa Ingatkan KPU Agar Perketat Pengamanan Website Data Pemilih dari Hacker

Program ini diharapkan mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing Global, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat”.

Sandiaga menambahkan, Kerinci memiliki paket lengkap untuk menarik minat wisatawan lokal maupun nasional, karena memiliki paket lengkap, yaitu gunung, danau dan eco tourism.

Tak hanya itu, Teh Kayu Aro dari Kerinci yang menjadi favorit Ratu Elizabeth juga menjadi salah satu daya tarik untuk menarik minat wisatawan mancanegara. 

Desa Pendung Talang Genting atau lebih dikenal dengan nama Desa Wisata Pentagen, terletak di Kabupaten Kerinci.

Memiliki wilayah seluas 318.4 hektar, Desa Pentagen merupakan dataran tinggi dengan tanahnya lempung berpasir dan sangat subur karena berada di bawah kaki Gunung Kerinci, dengan ketinggian 800 mdpl.

Baca juga: Saking Senangnya, Kakek ini Cabut Bunga Bangkai dan Ditanam di Depan Rumahnya

Baca juga: Sering Tergenang Jalan I Gusti Ngurah Rai Depan Pasar Bintara Diperbaiki

Saat ini jumlah penduduk yang ada di Desa Pendung Talang Genting sekitar 1841 jiwa. 

Pada tahun 2017, berawal dari ide BUMDes menyulap rawa yang sudah lama tak berfungsi menjadi embung desa dengan tujuan utama untuk menyimpan air bagi para petani padi serta untuk pemanfaatan budidaya ikan.

Namun sejalannya waktu, rupanya embung desa ini berhasil menarik perhatian masyarakat dan justru menjadi salah satu tujuan wisata di akhir pekan.

Melihat potensi ini, Desa Wisata Pentagen pun mulai membenahi diri dengan menambah beberapa wahana yang menunjang untuk kegiatan pariwisata. 

Untuk mencapai Desa wisata Pentagen diperlukan waktu tempuh sekitar 9 jam 30 menit dari Bandara Sultan Thaha Jambi dengan menggunakan kedaraan roda empat. 

Desa Wisata Pentagen dikelilingi sawah seluas 120 hektar.

Baca juga: Plt Wali Kota Bekasi Beri Respon Intruksi Jokowi Soal Kendaraan Listrik Sebagai Kendaraan Dinas

Baca juga: KPU Izinkan Eks Napi Koruptor Jadi Caleg, Saan Mustopa Sebut Sudah Sesuai PKPU

Hamparan sawah ini jadi salah satu daya tarik wisata alam, di mana selain menikmati keindahannya, pengunjung juga dapat melihat bahkan ikut dalam proses dari menanam padi hingga memanen. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved