Tragedi Kanjuruhan

Kapolri Ungkap Sosok 3 Tersangka di Tragedi Kanjuruhan, Diduga Perintahkan Tembak Gas Air Mata

Dari tiga pimpinan lapangan, ada dua yang diduga memberikan perintah melakukan penembakan gas air mata ke arah tribun penonton hingga ke lapangan.

Editor: Ichwan Chasani
tangkapan layar YouTube Kompas TV
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan tersangka Tragedi Kanjuruham Kamis (6/10/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan ada 3 anggota Polri yang menjadi tersangka dalam tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menelan ratusan korban jiwa.

Menurut Jenderal Listyo Sigit Prabowo, ketiga anggota polisi itu diduga melakukan tindak pidana terkait penggunaan gas air mata saat pengendalian massa di Stadion Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Satu di antaranya sosok tersangka tersebut adalah Kepala Bagian Operasional Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Kompol Wahyu Setyo Pranoto mengetahui adanya larangan penggunaan gas air mata dalam pengendalian massa di Stadion.

Meski mengetahui adanya larangan tersebut, namun Kompol Wahyu Setyo Pranoto tidak mencegah anggotanya yang menembak gas air mata.

"Yang bersangkutan mengetahui tentang adanya aturan FIFA tentang penggunaan gas air mata. Namun yang bersangkutan tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata pada saat pengamanan. Tidak melakukan pengecekan langsung terkait dengan perlengkapan yang dibawa personel," kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022).

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambahkan bahwa selain Kompol Wahyu Setyo Pranoto, ada dua anggota polisi lainnya yang turut menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Keduanya adalah Kasat Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi dan Komandan Kompi Brimob Polda Jatim, AKP Hasdarman.

Baca juga: Tampilkan Permainan yang Ciamik, 4 Pemain Timnas Indonesia U-17 dapat Pujian dari Pelatih UEA U-17

Baca juga: Fantastis, Penyaluran BLT BBM di Palembang Capai 99 Persen

Menurut Kapolri, keduanya diduga yang memberikan perintah melakukan penembakan gas air mata ke arah tribun penonton hingga ke lapangan.

Merekalah yang menginstruksikan penggunaan gas air mata tersebut kepada 11 anggotanya.

Adapun kesebelas anggota polisi itu kemudian meletuskan 11 tembakan gas air mata.

Sebanyak 7 tembakan gas air mata diarahkan ke arah tribun selatan, 1 tembakan gas air mata lainnya diarahkan menuju tribun utara dan 3 tembakan berikutnya menuju lapangan.

"Yang bersangkutan memerintahkan anggotanya untuk menyerang penembakan gas air mata," tukasnya.

Baca juga: Gelar Seminar Inspirasi, Indonesia Syiar Network Hadirkan Penceramah Amerika, Yasmin Mogahed

Baca juga: Konflik Tak Kunjung Usai, Warga Kembali Tutup Gerbang Tol Jatikarya 

Dalam kasus ini, ketiga anggota polisi itu dijerat Pasal 359 dan atau Pasal 360 KUHP.

Sekedar diketahui, Pasal 359 KUHP berbunyi: Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Sedangkan Pasal 360 KUHP, ayat (1) menyebutkan: Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

"Tentunya tim akan terus bekerja maksimal seperti yang saya sampaikan kemungkinan penambahan pelaku apakah itu pelaku pelanggar etik maupun pelaku akan ditetapkan karena pelanggaran pidana kemungkinan masih bisa bertambah," tukasnya. (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved