Berita Pendidikan

Parasol Karya 3 Mahasiswa FTUI bisa Digunakan Selama 15-20 Tahun

Printable Alternative Solar Roll (Parasol) karya tiga mahasiswa FTUI mampu bersaing dengan solar panel konvensional.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa
Printable Alternative Solar Roll (Parasol) karya Yosep Dhimas Sinaga, Afra Moedya Abadi, dan Tiffany Liuvinia, membuat solar panel roll dengan memanfaatkan limbah plastik PET. 

TRIBUNBEKASI.COM, DEPOK - Tiga mahasiswa Fakultas Teknik menggagas panel surya roll yang memanfaatkan limbah plastik.

Gagasan yang ditawarkan Yosep Dhimas Sinaga, Afra Moedya Abadi, dan Tiffany Liuvinia itu disebut Printable Alternative Solar Roll (Parasol), dan telah memenangi SG Symposium 2022 "Hacks to Heal Our Planet: ESG Idea Pitching" Regional Competition, yang diselenggarakan PT Siam Cement Group (SCG).

Yosep Dhimas Sinaga menjelaskan masa pakai Parasol cukup panjang, sehingga akan menjadi alternatif dari surya panel konvensional.

Sebagai informasi, Parasol merupakan panel surya roll yang memanfaatkan limbah plastik sebagai salah satu komponennya, agar lebih fleksibel dalam penggunaannya.

Bersaing

Penggunaannya memanfaatkan prinsip perovskite solar cell, dengan nilai efisiensi yang mampu bersaing dengan panel surya konvensional.

"Tapi berdasarkan hasil penelitian, kami tidak bisa bilang bahwa milik kami mengalahkan. Sebab ini merupakan teknologi baru yang perlu dikembangkan lebih jauh lagi," kata Yosep.

Ketika disinggung terkait dengan masa pakainya, Yosep menjelaskan bahwa Parasol terbukti bisa menyaingi panel surya biasa.

"Berdasarkan hasil teoritis, ini terbukti bisa menyaingi panel surya biasa, hingga 15-20 tahun," katanya.

Parasol, kata Yosep, memiliki cara kerja yang mirip panel surya silikon pada umumnya, yaitu memanfaatkan sinar matahari.

Ia memiliki bentuk yang praktis dan dapat bekerja pada kondisi minim cahaya matahari.

Terjangkau

Manufakturnya, atau proses perakitan, yang lebih sederhana membuat Parasol memiliki harga lebih terjangkau dibandingkan panel surya konvensional.

Selain itu, Parasol merupakan panel surya yang lebih ramah lingkungan, karena memanfaatkan limbah plastik Polyethylene Terephthalate (PET) sebagai salah satu komponennya.

Halaman
123
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved