Tanah Longsor
Ratusan Personel Masih Cari Korban Longsor di Bogor yang masih Hilang, Sampai Ikuti Arah Lalat
Ratusan Personel Masih Kerja mencari korban Longsor di Desa Sirna Sari Bogor Selatan yang masih hilang, sampai mengikuti lalat. Berikut daftar korban
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNBEKASI.COM, BOGOR ----- Korban luka akibat tanah longsor di Desa Sirna Sari RT07/04, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Jawa Barat mencapai 11 orang pada Rabu (15/3/2023).
Kabid Operasi Tagana Kota Bogor, Deden Solehudin menjelaskan, pihaknya bekerja evakuasi korban yanh tertimbun longsor sejak Selasa (14/3/2023) malam.
Tentunya, proses pencarian itu menggunakan alat kontruksi (Alkon) karena kendaraan berat tak bisa masuk ke lokasi.
"Korban meninggal tadi malam (yang sudah dievakuasi) Mustopa (30) dan AF (2)," ucapnya.
Sementara korban yang masih dalam pencarian masih ada empat orang lagi dan petugas terus bekerja lakukan penggalian.
Menurutnya, ada kendala dalam proses pencarian korban karena kendaraan berat tak bisa masuk ke lokasi kejadian.
Sehingga, petugas dengan alat manual dan menguruk tanag longsor guna mencari para korban.
"Kita gunakan alat manual dan yang tercanggih mungkin Alkon serta alat potong ya," terangnya.
Berikut Nama Korban Longsor:
Korban Luka 11 Orang
1. Edy Kusmayadi (60)
2. R(9)
3. AR (2)
4. Engkos (60)
5. Faldi (20)
6. F (9)
7. Imam (40)
8. Ririn (35)
9. A (8)
10. Misbah (35)
11. Gita (34)
Korban Meninggal Dua Orang Selasa (14/3/2023) malam
1. Mustopa (60)
2. AF (2)
Korban dalam Pencarian empat orang
1. Yuli (65)
2. MY (8 bulan)
3. Cucum (50)
4. A (5)
Ikuti Arah Lalat
Ratusan Aparat gabungan terus melakukan pengerukan terhadap tanah longsor yang menimbun dua rumah di Desa Sirna Sari RT07/04, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Jawa Barat pada Rabu (15/3/2023).
Masih ada empat orang yang masih tertimbun longsor karena tak bisa menyelamatkan diri dari peristiwa tersebut.
Kabid Operasi Tagana Kota Bogor, Deden Solehudin menerangkan, pihaknya sudah menemukan tanda-tanda penemuan jasad bocah berinisial A (5).
"Iya tanda-tandanya sudah ditemukan oleh petugas," jelasnya.
Menurutnya, tanda itu berupa dari adanya lalat di sekitar tanah longsor dan biasanya lalat itu mengerubungi mayat.
Sehingga, pihaknya menyimpulkan sementara waktu bahwa lalat itu ingin menempel di jasad A.
"Tapi kan ini baru sehari ya biasanya belum ada tanda-tanda baunya, makanya petugas mengikuti arah hewan (lalat) mengeruk tanahnya," terangnya.
Baca juga: Imbas Terkena Longsor, PT KAI lakukan Perbaikan di Jalur Bogor-Sukabumi Mulai Hari ini
Baca juga: Tanah Longsor Menerjang Kota Bogor, 2 Orang Meninggal Dunia, 4 Hilang Belum ditemukan
Sebelumnya, Iman (40) tinggal di dekat sungai Cisadane Desa Sirna Sari, Bogor, Jawa Barat dan mendirikan rumah bangunan semi permanen di tanah merah yang mudah longsor.
Pada Selasa (14/3/2023) malam, hujan deras cukup malam mengguyur wilayah Bogor, Jawa Barat.
Anak perempuan dan istrinya sudah terlelap tidur, sedangkan Iman masih berada di atas loteng rumahnya.
Seperti pada hari-hari sebelumnya, ketika hujan turun ia selalu memantau air di Sungai untuk memastikan tidak terjadi banjir.
Sebatang rokok dan kopi malam itu menemani Iman untuk memandangi ke arah depan yaitu Sungai Cisadane.
"Saya juga sesekali tiduran karena hujan takutnya terjadi banjir atau apa ya kan," ucapnya Rabu (15/3/2023). (m26)
Korban Longsor di Kampung Sirna Sari, Kota Bogor Bertambah Satu, Total 7 Orang Meninggal |
![]() |
---|
Longsor Kembali Terjadi, Rumah Warga Carigin Bogor Tertimpa Tanah, Kerugian Capai Rp100 Juta |
![]() |
---|
Bencana Tanah Longsor masih Mengancam Bogor, Dua Orang Pedagang Tewas di Megamendung |
![]() |
---|
Jalur KA Bogor - Sukabumi Gunakan Satu Jalur Dulu, Perbaikan Keseluruhan Butuh 3 Bulan |
![]() |
---|
4 Korban yang Hilang Akibat Longsor di Kota Bogor Berhasil Ditemukan, Berikut Kronologinya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.