Taruna STIP Tewas

Kamera CCTV Ungkap Detik-detik Taruna STIP Jakarta Dibopong Tak Sadarkan Diri Usai Dianiaya Senior

Diduga, Tegar Rafi yang menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan juniornya di STIP Jakarta tersebut turut membopong.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dedy
Istimewa
Rekaman CCTV mengungkap detik-detik mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Putu Satria Ananta Rustika (19) usai dianiaya seniornya Tegar Rafi Sanjaya (21). 

“Makan jadi tidak teratur juga, udah tiga hari ini kepikiran,” paparnya.

BERITA VIDEO : KESAL ISTRI NIKAH SIRI, PRIA DI KARAWANG BACOK SUAMI BARU SAAT LAGI MALAM PERTAMA

Sementara keluarga Tegar dikatakan Triyono masih mengalami shock.

Shock tersebut sudah terjadi sejak pihak keluarga mengetahui pertama anak bungsu itu diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban Putu Satria Ananta Rustika (19) hingga meninggal dunia. 

Bahkan shock tersebut sampai membuat pihak keluarga terpaksa mengurung diri dan mengindari komunikasi dari pihak siapapun, sekaligus keluarga.

“Shock nya ibunya sudah tiga sampai lima hari ini, lemes aja keadaan fisiknya,” lugasnya.

Bahkan saat pertama Tegar dipastikan menjadi tersangka oleh pihak kepolisian, Triyono menuturkan pihak keluarga langsung terbujur lemas.

Kondisi lemas tersebut ditambah karena pihak keluarga tidak memiliki nafsu makan seperti biasanya.

Polres Metro Jakarta Utara menyematkan status tersangka terhadap Tegar Rafi Sanjaya (21), senior sekaligus pelaku penganiayaan taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Putu Satria Ananta Rastika (19), Sabtu (4/5/2024).
Polres Metro Jakarta Utara menyematkan status tersangka terhadap Tegar Rafi Sanjaya (21), senior sekaligus pelaku penganiayaan taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Putu Satria Ananta Rastika (19), Sabtu (4/5/2024). (Kompas.com/Dzaky Nurcahyo)

“Saya juga shock lemas, apalagi pas benar dinyatakan tersangka, ibunya Tegar juga lemas sembari nangis,” ujarnya,

Tidak hanya itu, Triyono yang juga ketua RT setempat mengungkapkan orangtua Tegar dalam hal sang ibu sempat hilang komunikasi dengannya.

Rupanya orangtua Tegar itu dikabarkan sempat mencari sebuah lokasi atau tempat untuk menenangkan diri.

Kini Triyono berharap kasus tersebut dapat segera rampung.

“Sempat tidak di rumah dan tidak tahu kemana, itu untuk nenangin pikiran, dan bukan menghindar, saya hari Kamis (2/5/2024) ke rumahnya memang udah lemes banget kayak abis pingsan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Polres Metro Jakarta Utara menetapkan Tegar sbagai tersangka penyganiayaan yang menyebabkan juniornya Putu Satria Ananta Rustika meninggal dunia.

"Kami melakukan pemeriksaan dalam 24 jam dan menetapkan 1 orang pelaku yang menyebabkan taruna tingkat 1 meninggal dunia," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan, Sabtu (4/5/2024).

Halaman
123
Sumber: Wartakota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved