Wisata Karawang
Danau Cinta Walahar Jadi Destinasi Wisata Baru di Karawang
Lokasi ini dulunya dikenal sebagai Danau Kalimati karena kondisinya yang memprihatinkan dan tidak mengalirnya aliran air di danau tersebut.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Danau Cinta Walahar saat ini menjadi salah satu destinasi wisata baru di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Lokasi ini dulunya dikenal sebagai Danau Kalimati karena kondisinya yang memprihatinkan dan tidak mengalirnya aliran air di danau tersebut.
Akan tetapi, Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Cikampek melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bersama warga setempat mengubahnya menjadi lokasi wisata menarik dengan program "Ngabedahkeun Walahar" di Kecamatan Klari, Karawang.
Program ini bertujuan untuk mengubah Danau Cinta, yang sebelumnya dianggap sebagai "Danau Kalimati", menjadi ekosistem yang berkelanjutan serta memberdayakan masyarakat sekitar.
Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB), Deny Djukardi, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk kehidupan yang lebih berkelanjutan.
"Kami ingin melestarikan, mengembangkan, dan memastikan lingkungan sekitar, termasuk lingkungan kerja Patra Niaga, dapat tumbuh baik secara lingkungan maupun sosial," jelas Deny Djukardi usai peresmian program tersebut.
Baca juga: Operasi Jagratara, Imigrasi Karawang Periksa Puluhan TKA di Kawasan Industri
Baca juga: Tertipu Sahabat Sendiri Hingga Rp 15 Miliar, Bunga Zainal Menangis, Uang Pendidikan Anak Raib
Deny Djukardi berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan kualitas lingkungan.
"Program TJSL ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, pemanfaatan eceng gondok sebagai biogas atau energi bersih, serta usaha-usaha kreatif lainnya seperti pengembangan UMKM," tambahnya.
Deny Djukardi juga menekankan pentingnya kerja sama dengan kelompok sadar wisata dan UMKM lokal.
Deny Djukardi menambahkan bahwa pada tahun 2024, Pertamina berharap program ini dapat memberikan manfaat besar dalam melestarikan lingkungan dan mengembangkan ekonomi kreatif di Desa Walahar.
"Tempat ini sangat sesuai dengan tujuan program TJSL kami. Kita bisa berkolaborasi, khususnya dengan kelompok Walahar Kreatif untuk mengembangkan potensi lingkungan melalui pengolahan air dan aspek sosial dengan pengembangan UMKM," jelasnya.
Baca juga: Daftar Pilbup Bekasi, Dani Ramdan-Romli Diantar Komunitas Ojol, Seniman dan Disabilitas
Baca juga: KPK Bakal Segera Usut Dugaan Suap Tiga Hakim Pemberi Vonis Bebas Ronald Tannur
Lebih lanjut, Deny Djukardi menjelaskan bahwa Danau Cinta yang sebelumnya dianggap sebagai "danau kalimati" kini telah berubah menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi di Desa Walahar.
"Tempat ini sangat representatif untuk kita kelola bersama dengan tujuan yang baik," ujarnya.
Fuel Terminal Manager Cikampek, Syahwin A. Saleh, yang mewakili manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, menyatakan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang muncul sejak masa pandemi Covid-19, seperti terbatasnya akses lapangan kerja, permasalahan di Sungai Citarum, dan potensi desa yang belum tergali secara optimal.
"Kami melihat potensi di Walahar ini sangat strategis, dengan daya tarik wisata heritage seperti bendungan, Sungai Citarum, dan kuliner lokal," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Danau-Cinta-Walahar-29-Ags.jpg)