Selasa, 2 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Viral

Dikritik Grup Band Sukatani Lewat Lagu 'Bayar Bayar Bayar', Kapolri: Kami akan Terus Berbenah

Ia juga memastikan Polri tidak pernah melarang atau membungkam hak kebebasan berekspresi masyarakat.

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dedy
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti | Instagram @sukatani.band
REAKSI KAPOLRI --- (kiri) Momen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat bacakan rilis akhir tahun 2023 di Mabes Polri, Rabu (27/12/2023), (kanan) potret band Sukatani yang diambil dari Instagram pada Jumat (21/2/2025). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tanggapi soal lagu Bayar Bayar Bayar. 

TRIBUNBEKASI.COM, SEMANGGI --- Polri saat ini tidak anti-kritik dan terbuka terhadap berbagai saran serta masukan dari masyarakat.

"Ini bagian dari komitmen kami (Polri) untuk terus berbenah dan menjadi organisasi yang adaptif dalam menerima koreksi, sehingga mampu berkembang menjadi institusi modern yang terus melakukan perubahan dan perbaikan," tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (24/2/2025).

Ia juga memastikan Polri tidak pernah melarang atau membungkam hak kebebasan berekspresi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo, Polri telah mengadakan berbagai kegiatan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan ekspresi seperti lomba orasi, mural, dan stand-up comedy. 

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberi kebebasan untuk mengkritik Kapolri maupun Polri secara terbuka, yang mendapat respons positif dan antusiasme tinggi.

Sigit menegaskan, kritik dari masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun institusi Polri yang lebih baik.

Baca juga: Kelompok Pemuda di Cikarang Dukung Band Sukatani: Cara-cara Pembungkaman Adalah Tindakan Tidak Benar

"Bagi kami, kritik terhadap Polri adalah bukti kecintaan masyarakat terhadap institusi ini," pungkasnya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak band Sukatani untuk menjadi duta Polri.

Ajakan ini dalam rangka mendorong perbaikan institusi serta mencegah perilaku menyimpang di kalangan personel kepolisian.

Sigit menyatakan hal tersebut bisa diwujudkan apabila band Sukatani bersedia menjadi duta atau juri dalam evaluasi institusi Polri.

"Nanti kalau Band Sukatani berkenan, kami akan menjadikannya juri atau duta Polri untuk terus membangun kritik sebagai bagian dari koreksi dan perbaikan institusi," ujar Sigit.

"Ini juga menjadi konsep evaluasi berkelanjutan terhadap perilaku oknum Polri yang masih menyimpang," sambungnya.

Enam polisi diperiksa

Divisi Propam Mabes Polri telah memeriksa sebanyak 6 personel kepolisian dari Polda Jawa Tengah terkait dugaan intimidasi terhadap personel Band Sukatani.

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyatakan pihaknya hingga kini masih terus mendalami dugaan intimidasi yang dilakukan oknum polisi tersebut.

Sumber: Wartakota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved