Program Makan Bergizi Gratis
Gara-gara Berlendir, MBG di SDN Rawabuntu 03 Sempat Terhenti, Begini Respon Kepsek
masalah makan bergizi gratis berlendir tersebut sudah ditangani dan dikoordinasikan, meski tidak merinci hasil dari koordinasi tersebut.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, SERPONG --- Permasalahan terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) berlendir yang sempat mencuat di SDN Rawabuntu 03 diklaim telah selesai.
Kepala Sekolah SDN Rawabuntu 03, Amir Mahmud mengatakan bahwa masalah makan bergizi gratis berlendir tersebut sudah ditangani dan dikoordinasikan, meski tidak merinci hasil dari koordinasi tersebut.
"Oh, sudah selesai. Sudah koordinasi juga. Maaf ya (enggak bisa berkomentar)," ujarnya singkat saat dimintai keterangan TribunTangerang.com mengenai makan bergizi gratis berlendir, dikutip Jumat (25/7/2025).
Sayangnya, Amir enggan membeberkan lebih jauh soal bentuk penyelesaian dan langkah konkret yang telah diambil.
Baca juga: Santap Makan Bergizi Gratis. Puluhan Siswa di Bogor Diduga Keracunan, Begini Penjelasan Wali Kota
Sementara itu, ketika ditanya alasan layanan MBG sempat terhenti pasca kejadian penemuan makanan berlendir, ia menyatakan bahwa keputusan tersebut bukan berasal darinya.
Ia menyebut pihak penyedia belum siap melanjutkan layanan karena keterbatasan peralatan.
“Bukan kebijakan saya. Saya enggak ada kebijakan, saya udah telepon tapi belum siap aja. Karena siswa di sini banyak, jadi mereka masih melengkapi alat-alatnya (makan) yang kurang,” jelasnya.
Meski begitu, hingga kini belum ada kejelasan resmi kapan layanan MBG akan kembali berjalan normal.
Sebelumnya diberitakan, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan setelah ditemukan makanan yang diduga tidak layak konsumsi.
Saat TribunTangerang.com mendatangi lokasi SDN Rawabuntu 03, sejumlah orang tua tampak menunggu anak-anak mereka pulang.
Salah satu orang tua murid, sebut saja Shofi (bukan nama sebenarnya), membagikan pengalamannya.
Shofi, yang memiliki anak duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, menceritakan bahwa anaknya menerima makanan berupa tahu isi daging olahan.
Namun, makanan tersebut berlendir dan mengeluarkan bau tidak sedap.
"Tahu itu tidak dimakan oleh anak saya di sekolah. Dia membawanya pulang ke rumah," ujar Shofi kepada TribunTangerang.com, Serpong, Tangsel, Kamis (24/7/2025).
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas makanan yang diberikan dalam program MBG di Tangsel.
| BGN Kumpulkan Seluruh Pengelola SPPG Se-Bekasi dan Karawang, Pastikan Gizi MBG Berkualitas |
|
|---|
| Nihil Kasus Keracunan, Pemkab Bekasi Terus Perketat Pengawasan Program MBG |
|
|---|
| Terungkap! 55 Dapur SPPG Kabupaten Bekasi Ternyata Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi |
|
|---|
| Pasca Kasus Keracunan di SDN Kota Baru 3, Pemkot Bekasi Segera Bentuk Tim Satgas Awasi Program MBG |
|
|---|
| Orang Tua di Depok Sindir Menu MBG Isi Pangsit Goreng: Lebih Cocok untuk Menu Diet Ibu-ibu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Program-MBG-di-Tangsel-jadi-sorotan.jpg)