Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Program Makan Bergizi Gratis

Gara-gara Berlendir, MBG di SDN Rawabuntu 03 Sempat Terhenti, Begini Respon Kepsek

masalah makan bergizi gratis berlendir tersebut sudah ditangani dan dikoordinasikan, meski tidak merinci hasil dari koordinasi tersebut.

Tayang:
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dedy
TribunTangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PROGRAM MBG JADI SOROTAN --- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan setelah ditemukan makanan yang diduga tidak layak konsumsi Saat TribunTangerang.com mendatangi lokasi SDN Rawabuntu 03 yang mendapatkan program makan bergizi gratis, sejumlah orang tua tampak menunggu anak-anak mereka pulang. 

"Bau asem tahunya, jamur enggak kaya berledir mungkin masih panas ditutup ya," kata Shofi.

Menurutnya, kejadian itu terjadi pada hari Kamis, (17/7/2025) dan hingga kini distribusi MBG tampaknya dihentikan.

“Terakhir Kamis itu, setelahnya nggak ada lagi. Kayaknya distop. Anak saya biasanya dapat MBG, tapi Kamis terakhir itu nggak ada lagi sampai sekarang,” ucap Shofi.

Ia menjelaskan bahwa makanan yang diterima berupa tahu isi dengan isian yang tidak jelas. 

Meski tampak biasa dari luar, ternyata bagian dalamnya berlendir dan mengeluarkan aroma asam.

“Dalemnya lembek, kayak ada daging atau ayam gitu. Pas saya cium, agak asem. Kalau dilihat luarnya biasa aja, tapi isinya aneh,” katanya.

Sang anak membawa makanan tersebut pulang karena memang MBG bisa dimakan di sekolah atau dibawa ke rumah. 

Ia yang tidak ingin membuang makanan, ia mencoba mencicipinya.

“Namanya emak-emak, sayang kalau mubazir. Saya cobain sedikit, tapi ternyata lembek. Rasanya aneh, kayak bakso, tapi lembek banget. Nggak tahu itu daging ayam atau ikan,” jelasnya.

Sang anak sendiri tidak menyadari ada yang salah dengan makanannya, hanya saja tidak memakannya.

“Anak saya SD, jadi nggak terlalu ngerti. Cuma bilang, ‘Mamah, baso-nya nggak dimakan.’ Baru saya cek di rumah,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa MBG di sekolah ini sempat diberikan sejak hari Senin. Namun kejadian makanan mencurigakan itu terjadi pada Kamis.

Sementara itu, seorang ibu bernama Aisyah (bukan nama sebenarnya) membenarkan adanya makanan yang dinilai kurang layak konsumsi.

Aisyah menjelaskan bahwa program MBG ini sudah pernah berjalan sebelumnya, saat anaknya duduk di kelas satu. 

Namun program tersebut baru aktif kembali setelah libur sekolah, tepatnya selama masa MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).

Sumber: Wartakota
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved