Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Program Makan Bergizi Gratis

Gara-gara Berlendir, MBG di SDN Rawabuntu 03 Sempat Terhenti, Begini Respon Kepsek

masalah makan bergizi gratis berlendir tersebut sudah ditangani dan dikoordinasikan, meski tidak merinci hasil dari koordinasi tersebut.

Tayang:
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dedy
TribunTangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PROGRAM MBG JADI SOROTAN --- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan setelah ditemukan makanan yang diduga tidak layak konsumsi Saat TribunTangerang.com mendatangi lokasi SDN Rawabuntu 03 yang mendapatkan program makan bergizi gratis, sejumlah orang tua tampak menunggu anak-anak mereka pulang. 

"Terakhir itu anak saya dapat MBG pas MPLS, tepatnya di hari keempat. Sebelumnya juga pernah dapat saat kelas satu, setelah liburan," kata Aisyah di lokasi yang sama.

Ia mengaku makanan yang diterima anaknya saat MPLS kondisinya tidak layak.

"Waktu itu dikasih tahu isi, tapi dalamnya berlendir, aromanya juga asam," jelasnya. 

Ia menambahkan bahwa kualitas makanan yang kurang baik bukan hanya terjadi sekali.

"Bukan cuma itu. Kemarin juga sempat dikasih bubur kacang hijau, warnanya aneh, rasanya juga hambar dan basi. Anak saya nggak habisin, saya coba sendiri juga memang nggak enak," ujarnya.

BERITA VIDEO : BUKAN NASI DAN LAUK, MAKAN BERGIZI GRATIS VERSI SACHET DI TANGSEL BIKIN MELONGO

Sebagai orang tua dari kalangan masyarakat biasa, ia menyarankan agar distribusi MBG lebih melibatkan pelaku UMKM yang bisa menyediakan makanan segar dan layak konsumsi.

"Kalau memang nggak bisa tangani untuk ratusan anak, lebih baik dikasih ke UMKM aja. Banyak kok katering kecil yang bisa dipercaya. Setidaknya kalau sudah dikerjakan langsung oleh pelaku usaha lokal, sajiannya nggak mengecewakan dan lebih terjamin," ungkap Aisyah.

Ia juga menyampaikan harapannya agar program MBG benar-benar memenuhi prinsip gizi seimbang, terutama karena sasarannya adalah anak-anak usia sekolah dasar.

"Kalau bisa, konsep empat sehat lima sempurna itu dijaga. Anak-anak jangan dikasih makanan yang pedas karena banyak yang nggak suka. Buahnya juga jangan cuma pisang terus. Bisa diganti anggur, jeruk mandarin, atau buah lain yang lebih bervariasi. Tomat juga anak-anak banyak yang nggak doyan, takutnya malah dibuang," tutupnya

Ketika ditemui untuk dimintai keterangan terkait program MBG, kepala sekolah enggan memberikan pernyataan dan menyebut bahwa permasalahan tersebut telah dianggap selesai.

“Oh, sudah selesai. Sudah koordinasi juga. Maaf ya,” ujar Amir Mahmud.

Namun, ia enggan menjelaskan secara rinci hasil dari koordinasi tersebut.

(Sumber : TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico/m30)

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp 

Sumber: Wartakota
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved