Jumat, 10 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Diplomat Muda Tewas

Hari Ini Polda Metro Paparan Hasil Penyelidikan Kematian Arya Daru, Kompolnas Minta Transparan

Namun, penyebab pasti kematian Arya Daru masih menunggu hasil autopsi. Ia berharap hasilnya dapat diumumkan pada hari yang sama.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
DATANGI POLDA METRO JAYA --- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menghadiri rapat koordinasi dan paparan hasil penyelidikan terkait kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025). Menurut Komisioner Kompolnas Choirul Anam, agenda hari ini penting untuk mengevaluasi sejauh mana proses penyelidikan telah berjalan sesuai prosedur hukum dan prinsip akuntabilitas. 

TRIBUNBEKASI.COM, SEMANGGI --- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menghadiri rapat koordinasi dan paparan hasil penyelidikan terkait kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025).

Menurut Komisioner Kompolnas Choirul Anam, agenda hari ini penting untuk mengevaluasi sejauh mana proses penyelidikan kasus kematian Arya Daru telah berjalan sesuai prosedur hukum dan prinsip akuntabilitas.

"Hari ini agendanya rapat Anev (analisis dan evaluasi), evaluasi, update, dan sebagainya. Kami dengar juga mungkin nanti ada ahli. Kami ingin mengukur apakah proses penanganannya sesuai prosedur, juga melihat sejauh mana substansi kasus ini ditelusuri secara utuh," ujar Anam mengenai update penyelidikan kematian Arya Daru kepada wartawan, Senin.

Menurut Anam, kehadiran pihak eksternal seperti Kompolnas, Komnas HAM, serta para ahli merupakan langkah penting untuk menjaga transparansi dan kredibilitas penyelidikan.

Baca juga: Arya Daru Sempat di Rooftop Kemenlu 1 Jam 26 Menit Sebelum Tewas, Apa yang Dilakukan?

"Semoga keluarga korban juga bisa mengikuti proses hari ini. Ini penting agar penyelidikan berlangsung transparan dan kredibel. Informasi pertama harus berasal dari sumber resmi dan terverifikasi," tegasnya.

Anam menjelaskan sebagian besar fakta terkait kasus ini telah dikantongi, termasuk rekaman video di atap gedung (rooftop) dan pemetaan lokasi-lokasi penting seperti tempat tinggal korban, kantor, dan pusat perbelanjaan.

"Rekam jejak digitalnya lengkap, bahkan menit per menit. CCTV juga sudah diperiksa. Jadi, dari sisi peristiwa, kasus ini sebenarnya sudah terang," ungkapnya.

Namun, penyebab pasti kematian Arya Daru masih menunggu hasil autopsi. Ia berharap hasilnya dapat diumumkan pada hari yang sama.

"Soal ponsel korban memang belum ada informasi terbaru. Tapi yang menentukan penyebab kematian bukan ponsel, melainkan hasil otopsi. Semoga hari ini sudah keluar," lanjut Anam.

Anam juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga korban dalam proses penyelidikan agar informasi yang mereka peroleh bersumber dari pihak resmi, bukan media sosial.

"Harapan kami, keluarga korban bisa hadir agar mendapatkan informasi langsung dari sumber yang kredibel. Ini penting untuk menghentikan penyebaran spekulasi di media sosial," tuturnya. 

Sementara itu, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak membenarkan hari ini adanya kegiatan tersebut.

"Kegiatannya rapat koordinasi dan paparan hasil lidik," ujar Reonald, saat dikonfirmasi, Senin.

Arti lakban kuning

Lakban kuning, bagi pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bukanlah hal yang janggal.

Sumber: Wartakota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved