Kamis, 11 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Pomdam Udayana Periksa 20 Prajurit Terduga Penganiaya Prada Lucky Chepril

Pomdam IX Udayana telah menetapkan 20 prajurit TNI Angkatan Darat dalam kasus tewasnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo.

Tayang:
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto mengunjungi rumah duka Prada Lucky Namo di Asrama Tentara Kelurahan Kuanino Kota Kupang, NTT, Senin (11/8/2025) siang. 

"Sehingga kemarin juga kita perlu waktu, tim penyidik dari Polisi Militer Kodam Udayana perlu waktu untuk melaksanakan pemeriksaan, karena memang kejadian ini, proses pembinaan ini itu dilaksanakan pada beberapa rentang waktu dan dilaksanakan kepada beberapa personil oleh personil lainnya," ungkap Wahyu.

"Sehingga harus betul-betul menyeluruh pemeriksaannya, sehingga betul-betul bisa diambil langkah-langkah yang tepat, kepada orang yang tepat. Sehingga pertanggung jawaban itu dapat ditegakkan, evaluasi, perbaikan juga dapat dilaksanakan untuk masa yang akan datang," lanjutnya.

Wahyu menegaskan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi TNI jajaran Angkatan Darat. 

Para pimpinan TNI Angkatan Darat, lanjutnya, sudah berulang kali menyampaikan kepada seluruh jajaran bahwa setiap kegiatan berkaitan pembinaan prajurit ataupun kegiatan tradisi satuan harus menerapkan suatu pola kegiatan yang bermanfaat atau memenuhi kaidah-kaidah mendukung pelaksanaan tugas prajurit itu di lapangan.

Selain itu, kata dia, para pimpinan TNI Angkatan Darat sudah memberikan penekanan baik secara administrasi, maupun langsung saat melaksanakan kunjungan ke satuan operasional di seluruh wilayah tanah air.

"Sehingga pada kesempatan ini saya juga menyampaikan pada jajaran untuk laksanakan lagi, review lagi, cek lagi apa yang menjadi penekanan dan apa yang menjadi ketentuan dari pimpinan, itu dilaksanakan. Karena ini jadi bahan pelajaran, apabila itu tidak dilaksanakan, tentu proses pertanggung jawaban sesuai ketentuan yang berlaku itu akan diterapkan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, anggota TNI AD Prada Lucky Chepril meninggal dunia akibat penganiayaan oleh seniornya.

Prada Lucky Chepril merupakan anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere yang bermarkas di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan adalah satuan TNI yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan di tengah-tengah masyarakat. 

Kadispen TNI AD Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan bahwa prajurit yang tergabung dalam batalyon tersebut disiapkan bukan untuk bertempur, melainkan untuk menjawab kebutuhan di tengah-tengah masyarakat, mulai dari ketahanan pangan hingga pelayanan kesehatan. Indonesia.

"TNI AD membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendukung stabilitas dan pembangunan di 514 kabupaten/kota," ujar Wahyu kepada Kompas.com pada 3 Juni 2025.

"Setiap batalion akan berdiri di lahan seluas 30 hektar dan akan memiliki kompi-kompi yang secara langsung menjawab kebutuhan masyarakat," imbuh dia.

Wahyu mengungkapkan, ada empat kompi yang akan dihadirkan di tengah-tengah masyarakat. Kompi pertama adalah Kompi Pertanian untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada nasional. Lalu, Kompi Peternakan yang akan memperkuat penyediaan protein hewani.

Selanjutnya, Kompi Medis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dan penanganan bencana.

Keempat, Kompi Zeni yang akan fokus pada pembangunan sarana prasarana, terutama di daerah tertinggal dan rawan bencana.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved