Pomdam Udayana Periksa 20 Prajurit Terduga Penganiaya Prada Lucky Chepril
Pomdam IX Udayana telah menetapkan 20 prajurit TNI Angkatan Darat dalam kasus tewasnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo.
"Sehingga kemarin juga kita perlu waktu, tim penyidik dari Polisi Militer Kodam Udayana perlu waktu untuk melaksanakan pemeriksaan, karena memang kejadian ini, proses pembinaan ini itu dilaksanakan pada beberapa rentang waktu dan dilaksanakan kepada beberapa personil oleh personil lainnya," ungkap Wahyu.
"Sehingga harus betul-betul menyeluruh pemeriksaannya, sehingga betul-betul bisa diambil langkah-langkah yang tepat, kepada orang yang tepat. Sehingga pertanggung jawaban itu dapat ditegakkan, evaluasi, perbaikan juga dapat dilaksanakan untuk masa yang akan datang," lanjutnya.
Wahyu menegaskan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi TNI jajaran Angkatan Darat.
Para pimpinan TNI Angkatan Darat, lanjutnya, sudah berulang kali menyampaikan kepada seluruh jajaran bahwa setiap kegiatan berkaitan pembinaan prajurit ataupun kegiatan tradisi satuan harus menerapkan suatu pola kegiatan yang bermanfaat atau memenuhi kaidah-kaidah mendukung pelaksanaan tugas prajurit itu di lapangan.
Selain itu, kata dia, para pimpinan TNI Angkatan Darat sudah memberikan penekanan baik secara administrasi, maupun langsung saat melaksanakan kunjungan ke satuan operasional di seluruh wilayah tanah air.
"Sehingga pada kesempatan ini saya juga menyampaikan pada jajaran untuk laksanakan lagi, review lagi, cek lagi apa yang menjadi penekanan dan apa yang menjadi ketentuan dari pimpinan, itu dilaksanakan. Karena ini jadi bahan pelajaran, apabila itu tidak dilaksanakan, tentu proses pertanggung jawaban sesuai ketentuan yang berlaku itu akan diterapkan," katanya.
Sebelumnya diberitakan, anggota TNI AD Prada Lucky Chepril meninggal dunia akibat penganiayaan oleh seniornya.
Prada Lucky Chepril merupakan anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere yang bermarkas di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan adalah satuan TNI yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan di tengah-tengah masyarakat.
Kadispen TNI AD Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan bahwa prajurit yang tergabung dalam batalyon tersebut disiapkan bukan untuk bertempur, melainkan untuk menjawab kebutuhan di tengah-tengah masyarakat, mulai dari ketahanan pangan hingga pelayanan kesehatan. Indonesia.
"TNI AD membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendukung stabilitas dan pembangunan di 514 kabupaten/kota," ujar Wahyu kepada Kompas.com pada 3 Juni 2025.
"Setiap batalion akan berdiri di lahan seluas 30 hektar dan akan memiliki kompi-kompi yang secara langsung menjawab kebutuhan masyarakat," imbuh dia.
Wahyu mengungkapkan, ada empat kompi yang akan dihadirkan di tengah-tengah masyarakat. Kompi pertama adalah Kompi Pertanian untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada nasional. Lalu, Kompi Peternakan yang akan memperkuat penyediaan protein hewani.
Selanjutnya, Kompi Medis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dan penanganan bencana.
Keempat, Kompi Zeni yang akan fokus pada pembangunan sarana prasarana, terutama di daerah tertinggal dan rawan bencana.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Nasib Ayah Almarhum Prada Lucky, Sang Anak Tewas, Kini Dilaporkan Pelanggaran Disiplin |
|
|---|
| Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores NTT Meletus Senin Dini Hari, Tinggi Kolom Mencapai 8 Km |
|
|---|
| Ayah Prada Lucky Minta Maaf kepada TNI, Serahkan Penanganan Pelaku ke Proses Hukum |
|
|---|
| Pemilik Akun Facebook yang Menghina Prada Lucky Minta Maaf ke Keluarga Serma Christian Namo |
|
|---|
| Prada Lucky Diduga Dianiaya 20 Senior Hingga Tewas, Dihajar dan Dicambuk Pakai Selang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pangdam-IXUdayana-Mayor-Jenderal-TNI-Piek-Budyakto-mengunjungi-rumah-duka-Prada-Lucky.jpg)