Berita Jakarta
Hidup Berubah, Aziz Mantan Napi Narkoba Kini Produktif Ikuti Program Pembinaan Bapas
Aziz, mantan napi narkoba, kini berdaya lewat program pembinaan dan pelatihan Bapas Jakarta Barat.
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Hidup Aziz dulu gelap karena narkoba. Kini, pria yang pernah merasakan dinginnya jeruji besi itu perlahan bangkit. Berkat pembinaan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Barat, ia merasa lebih berdaya dan kembali percaya diri menjalani hidup di tengah masyarakat.
Siang itu, Rabu (29/10/2025) di halaman kantor Bapas Jakbar, Aziz tampak duduk menunggu giliran. Ia baru saja mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis (CKG) yang disediakan Bapas untuk klien pemasyarakatan.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi gula darah, HIV, hingga infeksi menular seksual (IMS).
“Sudah dua kali ikut. Bagus ya, maksudnya pemberdayaan dari Bapas ini bukan cuma buat klien, tapi juga buat masyarakat sekitar,” kata Aziz sambil tersenyum kecil.
Baca juga: Tragis, Remaja Perempuan di Jambi Dicekik, Dipukul dan Mayatnya Dibuang ke Sungai
Baca juga: Pegawai Pemkab Sidoarjo Terjaring Pesta Gay di Hotel, Bupati: Mundur atau Dipecat Tidak Hormat
Baca juga: Baku Tembak di Bekasi, Dua Pelaku Curanmor Bersenpi Akhirnya Tumbang di Tangan Polisi
Aziz tahu, hidup sebagai mantan narapidana tidak mudah. Setelah bebas pada 2024, ia sempat kesulitan mencari pekerjaan. Banyak pintu tertutup begitu orang tahu masa lalunya.
“Tetap ada branding-nya, ‘oh dia baru keluar dari penjara’. Tapi kalau saya, stigmanya bukan dihina, malah dikasihanin,” ujarnya pelan.
Menurutnya, rasa iba yang berlebihan juga menyakitkan. “Kayak kita tuh dianggap enggak mampu. Padahal kita masih bisa kerja, masih bisa cari makan,” katanya.
Namun, di balik itu semua, Aziz bersyukur karena pembinaan Bapas membuka banyak peluang baginya. Ia mengikuti pelatihan vokasional seperti servis AC, teknik komputer, dan operator komputer. Bahkan, ia difasilitasi untuk membuat SIM A dan belajar menyetir mobil.
“Kalau kita punya kemauan, banyak kok kesempatan. Bapas sama Kemenaker bantu banget,” ujarnya.
Aziz bercerita, klien pemasyarakatan yang aktif mengikuti pelatihan bisa diarahkan untuk membuka usaha mandiri. Ia bahkan berpeluang mendapat modal usaha dari program kerja sama Bapas dengan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.
“Nanti ditanya, mau enggak buka usaha? Kalau memenuhi syarat bisa dapat modal Rp5 juta,” ungkapnya.
Dana tambahan juga bisa diberikan jika usaha itu berkembang. “Ada monitor dan evaluasinya. Kalau usaha maju, dibantu lagi,” katanya.
Kini, Aziz lebih tenang. Ia merasa hidupnya kembali berarti dan tak lagi terjerat masa lalu. “Acara begini bikin saya termotivasi buat hidup lebih baik,” ucapnya.
Bagi Aziz, setiap hari adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri dan membuktikan bahwa mantan napi juga bisa sukses.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
| Waspada! Diduga Seorang Pria Nekat Masuk ke Kolong Peron Demi Intip Penumpang Wanita |
|
|---|
| Reaksi Jusuf Kalla Ketika Pramono Anung Sindir Politik Gorong-gorong |
|
|---|
| Masih Diguyur Hujan Deras, Sampai Kapan Modifikasi Cuaca Jakarta? |
|
|---|
| Usai Bongkar Puluhan Bangunan Liar di TPU Kober, Pemkot Jaktim Bakal Buka 420 Petak Makam |
|
|---|
| LRT Jabodebek Tambah Jumlah Perjalanan dan Rangkaian Kereta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Aziz-klien-permasyarakatan-Bapas-Jakarta-Barat.jpg)