Breaking News:

Andi Arief Sindir Yusril Ihza Mahendra, Pemuda Bulan Bintang: Silakan Partai Demokrat Cari Pengacara

Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang, Wawan Sugiyanto tanggapi polemik Partai Demokrat versi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan KSP Moeldoko.

Penulis: Panji Baskhara | Editor: Panji Baskhara
Kolase TribunBekasi.com/Istimewa
Foto Kolase: Politikus Partai Demokrat, Andi Arief dan Pakar Hukum Tata Negara yang sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra 

TRIBUNBEKASI.COM - Politikus Partai Demokrat Andi Arief beri sindiran menohok Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra.

Sindiran itu tak jauh mengenai polemik Partai Demokrat versi Agus Harimurti Yudhoyono dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Hal itu, ditanggapi langsung Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang, Wawan Sugiyanto, melalui siaran persnya, Sabtu (25/9/2021).

Wawan Sugiyanto akui, Yusril Ihza Mahendra diminta jadi pengacara empat mantan kader Partai Demokrat, namun bukan menjadi pengacara Partai Demokrat versi Moeldoko.

Baca juga: Yusril Ihza Mahendra Disindir Soal Polemik Partai Demokrat, Simak Tanggapan Menohok dari Bappilu PBB

Baca juga: Demokrat Publikasi Perayaan HUT Kubu Moeldoko yang Dibubarkan Petugas adalah Ilegal

Baca juga: Demokrat Karawang Komitmen Berkoalisi dengan Rakyat, Disampaikan saat HUT ke-20 Partai Demokrat

Wawan Sugiyanto menilai, Andi Arief tidak bisa berpikir secara jernih dan tak bisa bedakan mana profesi pengacara dan mana profesi politikus.

"Prof Yusril Ihza Mahendra diminta menjadi pengacara empat mantan kader Partai Demokrat, bukan diminta untuk menjadi pengacara Partai Demokrat versi Pak Moeldoko," tegas Wawan Sugiyanto.

Jadi, kata Wawan, tidak ada masalah jika Yusril Ihza Mahendra diminta oleh empat mantan kader untuk menggugat AD/ART yang dinilai melanggar konstitusi.

Wawan minta, agar Andi Arief membaca dan memahami lebih dahulu sebelum menyerang orang secara individu.

Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang, Wawan Sugiyanto tanggapi Politikus Partai Demokrat Andi Arief yang menyindir Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, soal polemik Partai Demokrat versi Agus Harimurti Yudhoyono dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Sabtu (25/9/2021). (Istimewa)
Halaman
1234
Sumber: Tribun bekasi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved