Berita Karawang
Anggaran tak Ada, Pemkab Karawang Segera Perbaiki SDN Bayurkidul 1 yang Roboh Lewat CSR Perusahaan
Pemkab Karawang harus putar otak untuk mencari anggaran membangun SDN Bayurkidul 1 yang roboh. Karena tak ada, maka lewat mekanisme CSR perusahaan.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
"Kami sudah mengajukan perbaikan, namun hingga sekolah roboh belum juga dapat kabar. Untungnya sekolah roboh pada malam hari" katanya.
Baca juga: Usai Masuk ke Holding Ultra Mikro, Status ‘Perseroan’ Pegadaian Menghilang
Bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri SDN Bayur Kidul 1, Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat roboh.
Atap sekolah roboh karena sudah usang dan perlu perbaikan segera.
Kepala Sekolah SDN Bayurkidul 1, Ahmad Holili mengatakan kondisi bangunan sekolah itu memang sudah reot dan perlu perbaikan.
Pihaknya juga sudah mengajukan permohonan ke pemerintah sejak lama. Namun sebelum diperbaiki sekolah sudah terlanjur roboh.
"Kami sudah mengajukan permohonan perbaikan ke pemerintah agar segera diperbaiki karena sudah rawan roboh. Tapi permohonan kami belum ditindaklanjuti pemerintah keburu roboh duluan," katanya, pada Selasa (12/10/21).
Baca juga: Jadi Korban Tabrak Lari, Jenazah Wakil Ketua Dewan Kota Jakarta Utara Dimakamkan di TPU Semper
Menurut Holili, bangunan sekolah sudah diketahui mengalami kerusakan pada bagian atap.
Bangunan yang dibangun tahun 2012 mengalami kerusakan parah pada bagian atap sejak satu tahun lalu. Karena kondisinya dianggap membahayakan siswa, kemudian pihak sekolah mengajukan permohonan perbaikan sejak 6 bulan lalu.
"Kami sudah mengajukan perbaikan, namun hingga sekolah roboh belum juga dapat kabar. Untungnya sekolah roboh pada malam hari" katanya.
Melihat kondisi sekolah roboh itu, Anggota DPRD Cita merasa geram dan meminta Pemkab Karawang segera melakukan perbaikan.
Pasalnya, lokasi sekolah itu di pinggir Jalan Utama Syekh Quro dan dilintasi banyak kendaraan.
Baca juga: Dua Tahun Belajar di Rumah, Siswa Siswi SMAN 3 Karawang Susah Bangun Pagi dan Malas PTM di Sekolah
SD ini juga menjadi sekolah tertua yang telah ada sejak tahun 1942, dinamai SDN Berdikari.
"Malu kalau sampai ambruk begini mah kan, sudah lokasinya di samping jalan utama, sekolah ini paling lawas diantara sekolah lainnya, bahkan harus luput dari prioritas Dinas untuk rehabilitasinya," katanya.
Dia mengaku pernah bersekolah sekitar 1,5 tahun di sekolah ini, orangtuanya juga mengenyam pendidikan di SDN Bayurkidul 1 ini sekitar 1942 silam.
Karenanya, dia mendorong agar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) segera merehabilitasi ruang kelas baru di sekolah ini.
"Harus segera diperbaiki, tapi memang karena APBD Perubahan sudah diketuk palu ya sulit harus nunggu 2022. Makanya kami mendorong agar Disdikpora mencari sumber anggaran lain dari CSR sehingga tidak menunggu sampai 2022," tandasnya.