Breaking News:

Berita Bekasi

Warga Pinggiran Sungai Citarum Was-was, Tanah Penopang Tanggul Amblas Akibat Longsor Belum Ditangani

Ratusan warga bibir Sungai Citarum, Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, was-was.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Ratusan warga bibir Sungai Citarum, Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, was-was, lantaran tanah penopang tanggul Sungai Citarum, amblas sejak Senin (3/1/2022) lalu belum dilakukan perbaikan. 

TRIBUNBEKASIU.COM, CABANGBUNGIN - Ratusan warga bibir Sungai Citarum, Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, was-was.

Mereka merasa was-was lantaran tanah penopang tanggul Sungai Citarum, amblas sejak Senin (3/1/2022) lalu.

Kepala Urusan Desa Lenggahjaya, Marsin harap agar pemerintah pusat melalui BBWS Citarum segera turun tangan menangani permasalahan longsornya tanah tersebut.

"Kami berharap amblasnya tanah ini segera ditangani. Karena kami khawatir kalau volume air naik, tanah yang masih berdiri malah jebol semua," kata Marsin saat dikonfirmasi, Selasa (4/1/2021).

Baca juga: Diterjang Sungai Citarum, Tanah Penopang Tanggul di Cabangbungin Retak-retak Hingga Ambles

Baca juga: Dampak Sungai Citarum Meluap, Buaya Muara Berkeliaran ke Pemukiman Warga Desa Pantai Bahagia Bekasi

Baca juga: Luapan Sungai Citarum, Sekretaris Desa Pantai Bahagia Prediksi Titik Tanggul Kritis Bakal Bertambah

Bukan tidak mungkin di musim penghujan kali ini, volume debet air di Sungai Citarum kembali meningkat, seperti yang terjadi pada akhir tahun 2021 lalu.

Marsin akui, ratusan warga yang tinggal di dekat titik tanah yang longsor sangat khawatir terhadap keselamatan keluarganya ketika hujan mengguyur kawasan tersebut.

"Jangan kan air kiriman dari Citarum, ini kena hujan lokal aja bisa melebar lagi titik longsornya. Bisa-bisa malah air masuk ke permukiman warga dari titik yang sudah amblas itu," ungkapnya.

Senada dengan Marsin, seorang warga bernama Saefudin (45) mengharapkan pemerintah daerag untuk bantu penanggulangan meski sifatnya hanya sementara.

"Kalau bisa dibikin beronjong sambil nunggu tanggul yang permanen. Soalnya sekarang masih musim hujan. Biar enggak jebol," tutur Saefudin.

(TribunBekasi.com/ABS)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved