Berita Karawang

Pasrah Lapak Tambal Ban Dibongkar Satpol PP Karawang, Daud Bingung Mau Usaha Dimana

Daud telah membuka usaha tambal ban dan menjual ban bekas selama dua tahun. Hingga kini dia masih bingung harus membuka usaha dimana.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Sebanyak 93 bangunan liar (bangli) di sisi sepanjang Jalan Interchange Karawang Barat, Kabupaten Karawang dibongkar petugas gabungan, pada Selasa (18/1/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Daud (35) hanya bisa pasrah saat lapak tambal ban miliknya di Jalan Interchange Karawang Barat, Kabupaten Karawang terkena penertiban Satpol PP Karawang, pada Selasa (18/1/2022).

Daud telah membuka usaha tambal ban dan menjual ban bekas selama dua tahun. Hingga kini dia masih bingung harus membuka usaha dimana setelah lapaknya itu dibongkar.

"Ya begini jadinya, mau kita lawan nggak ada hak. Usaha disini sudah 2 tahun, saya juga nggak tahu mau usaha dimana ini," ujar Daud, saat ditemui di lokasi, pada Selasa (18/1/2022).

Menurutnya, pembongkaran lapak ini terbilang mendadak. Sehingga saat dilakukan penertiban belum menyiapkan mobil truk untuk mengangkut ban-ban dan alat-alat tambal ban.

"Sudah sering dikasih tau si, tapi dibulan lalu nggak ada, nggak jadi. Sebelum corona juga sebetulnya sudah datang suratnya. Sudah tiga kali datang tapi nggak jadi, karena alasan mereka corona. Nah ini tiba-tiba beneran jadi dibongkar," jelas dia.

Baca juga: Personel Gabungan Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Jalan Interchange Karawang Barat

Dia berharap agar diberikan solusi atas usaha tersebut. Apalagi sedang pandemi Covid-19, yang keadaan ekonomi menjadi sulit. "Pasrah ajalah, kita masyarakat kecil mah selalu tertindas bagaimana ini Pak Jokowi," ucapnya.

Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menjelaskan pembongkaran puluhan bangunan dan lapak liar itu dalam rangka penataan kawasan Jalan Interchange Karawang Barat.

Sebab, kawasan itu menjadi etalase pintu masuk ke Kabupaten Karawang.

"Ibu bupati ingin kawasan ini menjadi indah dan tertata seperti akses tol Sadang Purwakarta. Maka kita tertibkan bangunan lapak liar itu," ujarnya, pada Selasa (18/1/2022).

Menurut Aep, ada sebanyak 93 bangunan liar yang berada di sepanjang jalan itu. Bangunan liar yang sudah berdiri bertahun-tahun di tanah pemerintah sehingga melanggar.

Baca juga: Bupati Karawang: Perbaikan Jalan Rusak di Akses Tol Karawang Timur Tunggu Izin Jasa Marga

Pembongkaran juga dilakukan sesuai standar operational prosedure (SOP), mulai dari sosiliasasi surat pemberitahuan pertama hingga ketiga.

"Penertiban di Jalan Interchange Karawang Barat ini kita sudah lakukan persuasif. Diawali sosialisasi terus surat peringatan pertama kita  Juni 2021, surat kedua dilayangkan Desember 2021. Akhirnya disurat terkahir kemarin Senin 17 Januari, mereka sudah paham intinya akan ada pembongkaran," beber dia.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Karawang Asep Wahyu menjelaskan ada sekitar 93 bangunan liar yang berdiri di sepanjang Jalan Interchange Karawang Barat.

Rata-rata bangunan itu digunakan untuk usaha sekaligus tempat tinggal. "Rata-rata dipakai untuk usaha dan juga rumah. Sudah cukup lama berdiri bertahun-tahun," katanya.

Dalam penertiban ini dikerahkan 180 personil gabungan dari Satpol PP, Kepolisian, TNI, DLHK, PRKP, Dishub dan Linmas.

Baca juga: Belum Lama Diperbaiki, Jalan Interchange Tol Karawang Timur Kembali Rusak, Ini Kata Wabup Karawang

"Hari ini ditargetkan selesai, semua dibongkar. Karena kita kerahkan tiga alat berat untuk melakukan pembongkaran," tandasnya.

Pantauan TribunBekasi.com, sejumlah pemilik bangunan membongkar bangunan semi permanennya tersebut sendiri.

Petugas Satpol PP Karawang juga turut membantu dalam pembongkaran bangunan tersebut. Bangunan liar di lokasi itu kebanyakan usaha tambal ban, penjualan ban, hingga lapak barang bekas.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved