Kasus Covid19

Pasca Naiknya Kasus Omicron, Kemendikbudristek Didesak Hentikan PTM di Sekolah

Hasan meminta pemerintah pusat agar tidak mengorbankan keselamatan masyarakat dari bahaya Omicron, karena kesehatan mereka adalah utama.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dedy
Tribunnews.com
Ilustrasi - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI didesak untuk menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah menyusul naiknya kasus Covid-19 varian Omicron hingga 10.185 kasus Covid-19 pada Senin (31/1/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM --- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI didesak untuk menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Hal ini menyusul naiknya kasus Covid-19 varian Omicron dari Afrika Selatan di Tanah Air hingga 10.185 kasus Covid-19 pada Senin (31/1/2022).

Ketua Bidang Pendidikan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup dari Pengurus Pusat Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Hasan Abdul Kadir mengatakan, kegiatan PTM harus dihentikan sementara demi melindungi masyarakat dari penularan Covid-19.

Walau gejala Omicron tidak separah varian Delta dari India, namun penyebarannya patut diwaspadai.

Baca juga: Disdik Kota Bekasi Bakal Berlakukan Kembali Belajar Online Jika Kasus Covid-19 Meningkat Drastis

Baca juga: Menjalani Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Ancaman Omicron, Bagaimana Menyikapinya?

“Kami minta Kemendikbudristek untuk mempertimbangkan penghentian sementara PTM di berbagai sekolah. Hal ini mengingat situasi terkini tren kenaikan angka penularan Covid-19, khususnya varian Omicron yang sangat rawan bagi segenap siswa dan pelajar generasi muda penerus bangsa,” kata Hasan pada Senin (31/1/2022).

Hasan meminta pemerintah pusat agar tidak mengorbankan keselamatan masyarakat dari bahaya Omicron, karena kesehatan mereka adalah utama.

Karena itu, surat keputusan bersama (SKB) empat menteri terkait pelaksanaan PTM di kota, kabupaten dan provinsi di Indonesia harus direvisi.

Adapun empat menteri yang meneken SKB adalah Mendikbudristek Nadiem Makarim; Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

BERITA VIDEO : KETUA RT 08 PANIK BEGITU TAHU WARGA RT 10 POSITIF OMICRON

“Kami menyerukan adanya evaluasi pelaksanaan SKB empat menteri tertanggal 21 Desember 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19,” jelasnya.

Seperti diketahui, kalangan praktisi kesehatan melihat PTM tidak lagi aman karena tingkat kasus positif di Indonesia melampaui 10 persen.

Ditambah, di beberapa negara, proporsi anak dirawat akibat varian Omicron lebih banyak dan adanya potensi anak mengalami komplikasi berat jika terinfeksi.

Protokol kesehatan saat PTM 100 persen yang dihadiri seluruh siswa dinilai kerap terjadi pelanggaran, sehingga berpotensi terjadi penularan di tengah varian Omicron Covid-19 yang memiliki kecepatan penularan.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi Naik Sentuh Angka 1.711 Kasus, Satgas Klaim Akibat Libur Nataru

Baca juga: Polisi Batasi Pengunjung Kelenteng saat Perayaan Tahun Baru Imlek di Kabupaten Bekasi

Berdasarkan laporan Data LaporCovid-19 menunjukkan sepanjang Januari 2022 dari 60 laporan pelanggaran prokes, sekitar sepertiga atau 22 pelanggaran terjadi di satuan pendidikan.

Pelanggaran itu di antaranya berupa ketidakdisiplinan penggunaan masker, ketidaksiapan sarana dan prasarana, kerumunan murid dan orang tua, hingga jam pelajaran yang melebihi ketentuan.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebelumnya menilai kebijakan PTM memerlukan perhatian khusus karena puncak penyebaran varian Omicron diperkirakan terjadi pada Februari 2022 hingga awal Maret 2022.

“Sudah ada aturan-aturannya, sehingga semua sudah disiapkan. Kalau naik (positivity rate), dia (PTM) turun. Kalau ada kenaikan di masing-masing sekolah, per sekolah itu 5 persen ke atas dilakukan penutupan. Jadi sudah ada aturannya,” kata Wapres yang dikutip dari Tribunnews.com.

(Sumber : Wartakotalive.com/Fitiyandi Al Fajri/faf) 

 

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved