Berita Politik

Aktivis 98 Tolak Keras Penundaan Pemilu 2024, Sebut Partai yang Dukung Bakal Dapat Karma Politik

Noel menyebut, wacana itu sudah melanggar ketentuan soal masa jabatan Presiden dalam UUD 1945 dan tidak selaras dengan semangat demokrasi.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dedy

TRIBUNBEKASI.COM --- Kelompok aktivis 98 menolak keras penundaan pemilu 2024.

Mereka menilai penundaan pemilu melanggar konstitusi, anti demokrasi dan sikap otoritarian.

Ketua Ikatan Aktivis 98 Immanuel Ebenezer menegaskan, sejumlah partai politik yang mendukung pemilu ditunda akan mendapat karma politik.

“Kami menilai penundaan ini tidak bisa dibenarkan apapun alasannya karena melanggar cita-cita reformasi. Pastinya ada syahwat dan nafsu politik yang membidani hasrat penundaan pemilu,” kata Noel berdasarkan keterangannya pada Senin (28/2/2022).

Noel mengatakan penundaan pemilu tidak dimungkinkan tanpa Amendemen Konstitusi UUD tahun 1945.

Baca juga: KPU Tetapkan Pemungutan Suara Pemilu Serentak Tahun 2024 Tepat di Hari Valentine

Baca juga: Ini Penjelasan Ahli Hukum Tata Negara Soal Urgensi Presidential Threshold dalam Pemilu di Indonesia

Sementara lanjut Noel, pasal 7 tegas menyebutkan bahwa jabatan presiden itu selama lima tahun, tidak lebih dan tidak kurang.

“Perubahan konstitusi memang dibenarkan. Tapi akan muncul pertentangan yang lebih besar, konflik dan kegaduhan baru,” ucapnya.

Noel menyebut, wacana itu sudah melanggar ketentuan soal masa jabatan Presiden dalam UUD 1945 dan tidak selaras dengan semangat demokrasi.

Karena itu, Noel meminta semua elite politik agar patuh terhadap konstitusi.

BERITA VIDEO : MANTAN POLITISI KINI TEKNOKRAT

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved