Berita Karawang

Waspada Macet, Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta Cikampek Wilayah Karawang Akhir Pekan Ini

Tidak ada penutupan akibat pekerjaan ini, Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta maupun arah Cikampek masih beroperasi secara normal

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Jadwal perbaikan jalan Tol Jakarta Cikampek wilayah Karawang, Jawa Barat. 

Koordinasi dilakukan agar rencana pengelolaan sampah tetap terlaksana dan pembangunan proyek strategis nasional tidak terganggu. Apalagi muncul desakan dari warga sekitar agar TPA Burangkeng segera direvitalisasi karena telah mencemari lingkungan mereka.

Baca juga: TPA Burangkeng akan Diperluas 2 Hektar, Sistem Pengelolaan Sampah akan Diperbaiki

Baca juga: Warga Setu Minta Pemkab Bekasi Benahi TPA Burangkeng karena Semakin Merusak Lingkungan

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi, Eman Sulaeman membenarkan lahan TPA Burangkeng bakal digunakan untuk Tol Japek II. 

"Dari gambar ada lahan TPA yang terkena (pembangunan tol), namun kami belum memastikan bagaimana skemanya. Berapa luas yang pasti lahan yang digunakan serta bagaimana proses pergantiannya. Akan ada lahan pengganti atau dibeli," tutur Eman.

Seperti diketahui, Kabupaten Bekasi turut dilintasi Tol Japek II yang dimulai dari Purwakarta hingga Kabupaten Bogor ini.

Pembangunan Tol Japek II di Kabupaten Bekasi berada pada seksi II yang terbentang dari Setu hingga Taman Mekar sepanjang 24,85 kilometer.

Tidak hanya itu, di Setu pun akan dibangun gerbang tol. 

Baca juga: Keterbatasan SDM, DLH Kabupaten Bekasi Kesulitan Mengawasi Pembuangan Sampah ke TPA Burangkeng

Baca juga: TPA Burangkeng Direncanakan Diperluas 5 Hektare, akan Terapkan Teknologi RDF

Warga Minta Perluasan

Sebelumnya diberitakan, warga yang tinggal di dekat TPA Burangkeng meminta Pemkab Bekasi untuk membenahi pengelolaan sampah yang merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan warga.

Seorang warga Desa Burangkeng, Hatta (45) mengungkapkan telah puluhan tahun lamanya ia merasakan dampak buruk keberadaan TPA dikarenakan tidak adanya sampah yang dikelola terlebih dulu sehingga langsung dibuang dengan cara ditumpuk ke TPA.

Alhasil sampah makin menggunung dan tak jarang tumpukkan sampah itu longsor hingga pencemaraan tambah meluas.

"Kami butuh lingkungan hidup bersih, aman, nyaman, sehat dari bising dan baunya TPA. Kami merasa keluhan kami dengan upaya-upaya kami dari dulu hingga sekarag tidak ada tanggapan," kata Hatta, saat dikonfirmasi, Rabu (15/6/2022).

TPA Burangkeng, sambungnya, dinyatakan telah melebihi muatan sejak 2006 lalu. Hal itu pun telah disampaikan ke pemerintah, baik dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Namun tidak ada tanggapan.

Baca juga: TPA Burangkeng Overload, DLH dan Jababeka Ajak Warga Desa Mekarmukti Kelola Sampah dari Rumah

Baca juga: Disdukcapil Kabupaten Bekasi Keluarkan Aturan Baru, Nama Anak Minimal Dua Suku Kata

Bahkan hingga kini kondisi TPA satu-satunya di Kabupaten Bekasi ini semakin parah lantaran sampah yang makin menumpuk di area seluas 9 hektar tersebut.

"Ini kan udah overload dari tahun 2006. Coba dikaji ulang jangan sampai merugikan kesehatan masyarakat. Seluruh warga sekitar ini terdampak. Tolong minta diperhatikan lingkungan," ucapnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved