Penembakan Brigadir J

Diperiksa 5 Kali, Keterangan Bharada E Berubah-Ubah, LPSK: Awalnya Ngaku Pembelaan Diri

Keterangan Bharada E yang berubah dalam pemeriksaan yang dilakukan LPSK yakni terkait dengan pengakuan awal Bharada E pada kasus penembakan Brigadir J

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Ketua Ketua LPSK Hasto Atmojo saat ditemui awak media di Kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (8/8/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E sudah beberapa kali dimintai keterangan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), namun keterangan yang diberikan selalu berubah.

Terhitung sudah lima kali pertemuan antara Bharada E dengan LPSK selama pengungkapan kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J bergulir.

Tiga pertemuan diantaranya dilakukan untuk keperluan pemeriksaan assessment psikologis.

"Keterangan yang bersangkutan kan berubah sama sekali, berubah total. Jadi kami harus dalami lagi," ungkap Ketua LPSK Hasto Atmojo di Kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (8/8/2022).

Menurut Hasto Atmojo, keterangan Bharada E yang berubah dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh LPSK yakni terkait dengan pengakuan awal Bharada E pada kasus ini.

Baca juga: Datangi Mako Brimob, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pimpin Langsung Pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo

Baca juga: Dana Boeing yang Diselewengkan Pimpinan ACT Capai Rp107,3 Miliar, Berikut Ini Rinciannya

Sebagaimana diketahui, pada mulanya Bharada E melalui kuasa hukum kekeh kalau peristiwa penembakan di rumah dinas Irjen pol Ferdy Sambo adalah bentuk pembelaan diri serta melindungi istri Irjen pol Ferdy Sambo.

Bahkan keterangan tersebut tetap terus diutarakan oleh Bharada E hingga akhirnya yang bersangkutan ditetapkan tersangka.

"Semula dia (Bharada E) mengatakan yang melakukan dia sendiri, karena mau melakukan pembelaan diri, dan itukan konsisten sampai kemudian yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka rupanya berubah," ucap Hasto Atmojo.

Namun kekinian, Bharada E melalui kuasa hukum barunya yakni Deolipa Yumara menyampaikan kalau kliennya mendapat perintah dari atasannya langsung untuk melakukan penembakan.

Kendati demikian, Deolipa Yumara enggan menyebutkan siapa sosok yang dimaksud dan hanya menegaskan kalau yang memerintahkan itu adalah atasan yang dia jaga.

Baca juga: Majukan Ekonomi Masyarakat Gampong Ulee Lheue, Menparekraf Kolaborasi dengan Mitra Strategis

Baca juga: Beraksi Belasan Kali, Lima Begal Bersenjata Tajam Dibekuk Polisi

Pernyataan itu juga yang turut disampaikan oleh tim kuasa hukum Bharada E saat mengajukan permohonan Justice Collaborator ke LPSK, Senin hari ini.

Atas hal itu, LPSK kata Hasto, akan tetap mendalami keterangan dari Bharada E termasuk untuk memberikan pengajuan justice collaborator.

"Keterangan yang paling baru dan kita pertimbangkan, oh ini keterangan yang benar dan ada kepentingan kita untuk menjaga bukan hanya keselaamatan JC ini tapi juga keterangan-keterangan harus terjaga sampai proses ini berjalan dengan lanjut," tutur dia.

Sebelumnya, Anggota kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara kembali menguak soal sosok yang memerintahkan kliennya melakukan penembakan terhadap Brigadir Yosua atau Brigadir J.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved