Berita Kriminal

Terima Suap Hingga Rp 4 Miliar, KPK Tetapkan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo Tersangka

Mukti Agung Wibowo ditetapkan sebagai tersangka pelaku penerima suap bersama Komisaris Perusahaan Daerah Aneka Usaha, Adi Jumal Widodo (AJW).

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Ketua KPK Firli Bahuri saat mengumumkan penetapan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dkk sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2022) malam. 

TRIBUNBEKASI.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo (MAW) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Mukti Agung Wibowo ditetapkan sebagai tersangka pelaku penerima suap bersama Komisaris Perusahaan Daerah Aneka Usaha, Adi Jumal Widodo (AJW).

KPK juga menjerat Pj Sekda Slamet (SM), Kepala BPBD Sugiyanto (SG), Kadis Kominfo Yanuarius Nitbani (YN), dan Kadis PU Mohammad Saleh (MS), masing-masing sebagai tersangka pemberi suap, 

"Dari berbagai pengumpulan informasi dan bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, KPK melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan enam tersangka," kata ungkap Ketua KPK Firli Bahuri di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2022) malam.

Firli Bahuri menambahkan, untuk keperluan proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan kepada para tersangka selama 20 hari pertama, terhitung mulai 12 Agustus 2022 hingga 31 Agustus 2022.

Baca juga: Sembari Tunggu Rapat Paripurna, LPSK Putuskan Beri Perlindungan Darurat untuk Bharada E

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Ferdy Sambo, Komnas HAM: Brigadir J Masih Hidup Saat Tiba di Rumah Dinas

Tersangka Mukti Agung Wibowo selanjutnya ditahan di rutan pada gedung Merah Putih, sementara tersangka Adi Jumal Widodo ditahan di rutan pada Kavling C1. 

Sedangkan para tersangka penyuap, yaitu Slamet, Sugiyanto, Yanuarius Nitbani, dan Mohammad Saleh, masing- masing ditahan di rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.

BupatiPemalang-13ags
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dkk yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan, digelandang di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2022) malam.

Dalam konstruksi perkara dijelaskan, Mukti Agung Wibowo yang menjabat Bupati Pemalang periode 2021-2026, beberapa bulan setelah dilantik menjadi Bupati Pemalang melakukan perombakan dan pengaturan ulang terkait posisi jabatan untuk beberapa eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Sesuai arahan Mukti Agung Wibowo, Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Pemalang membuka seleksi terbuka untuk posisi jabatan pimpinan tinggi Pratama (JPTP).

"Dalam pemenuhan posisi jabatan tersebut, diduga ada arahan lanjutan dan perintah MAW yang meminta agar para calon peserta yang ingin diluluskan untuk menyiapkan sejumlah uang," kata Firli Bahuri.

Baca juga: Komnas HAM Sebut Ada Komunikasi Antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sebelum Bunuh Brigadir J

Baca juga: Hasil Pertandingan Piala AFF U-16 Vietnam 0-1 Indonesia, Upaya Cerdik Kafiatur Bikin Indonesia Juara

Terkait teknis penyerahan uang, dilakukan melalui penyerahan tunai lalu oleh Adi Jumal Widodo dimasukkan ke dalam rekening banknya untuk keperluan Mukti Agung Wibowo.

Sebelumnya, Mukti Agung Wibowo menugaskan Adi Jumal Widodo yang adalah orang kepercayaannya untuk mengumpulkan uang dari para calon pejabat tersebut.

"Adapun besaran uang untuk setiap posisi jabatan bervariasi disesuaikan dengan level jenjang dan eselon dengan nilai berkisar antara Rp60 juta sampai dengan Rp350 juta," ungkap Firli Bahuri.

Pejabat yang akan menduduki posisi jabatan di Pemkab Pemalang di antaranya Slamet untuk jabatan Pj Sekda, Sugiyanto untuk jabatan Kepala BPBD, Yanuarius Nitbani untuk jabatan Kadis Kominfo, dan Mohammad Saleh untuk jabatan Kadis PU.

Terkait pemenuhan posisi jabatan di Pemkab Pemalang, KPK menduga Mukti Agung Wibowo melalui Adi Jumal Widodo telah menerima sejumlah uang dari beberapa ASN di Pemkab Pemalang maupun dari pihak lain seluruhnya berjumlah sekira Rp4 miliar.

Baca juga: Bukan Gisella Anastasia, Ternyata Gading Marten Sempat Ingin Nikahi Astrid Tiar, Mantan Kekasihnya 

Baca juga: SIM Keliling Karawang Sabtu 13 Agustus 2022 di Parkiran Mega Mall Hingga Pukul 12.00 WIB

Sejumlah uang yang telah diterima Mukti Agung Wibowo melalui Adi Jumal Widodo selanjutnya dipergunakan untuk berbagai keperluan pribadi Mukti Agung Wibowo.

"MAW juga diduga telah menerima uang dari pihak swasta lainnya terkait jabatannya selaku Bupati sejumlah sekitar Rp2,1 miliar dan hal ini akan terus didalami lebih lanjut oleh KPK," ucap Firli Bahuri.

Selaku pemberi, SG, YN, MS, dan SM disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan selaku penerima, MAW dan AJW disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.  (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved