Berita Karawang

Usai Dua Tahun Pandemi, Perajin Bendera Merah Putih Ini Raih Omzet Rp 3 Juta per Hari

Harwin akui gerakan 10 juta bendera merah putih dari Kementerian Dalam Negeri sangat berpengaruh terhadap penjualan bendera merah putih dagangannya

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Harwin (58) perajin bendera merah putih di Karawang, Jawa Barat. 

TRIBUNBEKASI.COM — Harwin (58) perajin bendera merah putih di Karawang, Jawa Barat tak henti-hentinya mengucap rasa syukur.

Pasalnya, pada momen Agustusan tahun 2022 ini, dirinya kebanjiran pesanan hingga meraih omzet mencapai Rp 3 juta per hari.

Bahkan, untuk hari ini saja bapak anak dua itu kehabisan bahan untuk membuat bendera merah putih. Dia sendiri sudah menjadi pengrajin dan penjual bendera sejak tahun 1993.

"Alhamdulillah bagus dibandingkan dua tahun lewat pas corona lalu 2020 sama 2021," kata Harwin saat ditemui di lapaknya di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, pada Minggu (14/8/2022).

Dia mengungkapkan, mulai kebanjiran pesanan sejak 1 Agustus 2022 hingga 10 Agustus 2022.

Baca juga: Pemkot Bekasi Kukuhkan 40 Paskibra HUT ke 77 RI Tingkat Kota

Baca juga: Resmi Ditahan, Tersangka Korupsi Rp 78 Triliun Surya Darmadi Diperiksa Lagi Hari Ini

Selama itu, setiap harinya dia meraih omzet mencapa Rp 2 juta hingga 3 juta per hari.

"Kalau di atas tanggal 10 sampai hari ini ya, paling Rp 300 sampai Rp 1 juta aja per hari, itu pendapatan kotor ya," ungkap dia.

Dirinya, membeli bahan bendera merah putih dengan dibuat beragam ukuran, mulai terkecil 50 centimeter hingga ukuran 1X5 meter.

Selain itu juga menjual beragam umbul-umbul, maupun pernak pernik lainnya. Bahkan ada yang memesan dengan ukuran 700 meter uumbul-umbul gelombang bendera merah putih untuk depan kantor.

Untuk harga bendera merah putih, dijualnya sesuai ukuran paling murah Rp 10 ribu hingga Rp 80 ribu. Sedangkan, untuk umbul-umbul biasa Rp 50-70 ribu, dan umbul-umbul depan kantor itu Rp 70-80 ribu per lima gelombang.

Baca juga: Hendak Hadiri Pernikahan Anak, Seorang Bapak Meninggal dalam Perjalanan

Baca juga: Ada Andil Ridwan Kamil di Balik Lanskap Segi Lima Komplek Pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi

"Jadi saya ada yang sudah dibuat untuk stok di jual, juga ada terima pesanan sesuai ukuran yang diminta dan motif yang diminta. Banyak yang pesan dari swasta atau kantor pemerintah juga ada," jelas dia.

Dia mengaku, adanya gerakan 10 juta bendera merah putih dari Kementerian Dalam Negeri sangat berpengaruh terhadap penjualannya.

Sebab, selain tidak ada lagi pembatasan aktivitas dalam memeriahkan 17 Agustus. Juga adanya surat edaran setiap desa/ kelurahan agar wajib setiap rumah dan toko memasang bendera.

"Sekarang lihat aja di jalanan lebih semarak lagi, banyak bendera merah putihnya yang terpasang. Dibandingkan dua tahun lalu, bahkan sebelum pandemi, bagus gerakan 10 juta bendera merah putih itu," kata.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved