Penembakan Brigadir J

Komnas Perempuan Sayangkan LPSK Tolak Permohonan Istri Ferdy Sambo, Minta Dugaan Pelecehan Didalami

Layanan LPSK bisa diarahkan pada rehabilitasi psikologis dengan merujuk Putri Candrawathi untuk ditangani RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dulu.

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi. 

TRIBUNBEKASI.COM — Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan) menyayangkan keputusan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akhirnya menolak memberi perlindungan kepada istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi mengatakan, LPSK menolak memberikan perlindungan kepada Putri Candrawathi karena dinilai tidak kooperatif dan tidak sungguh membutuhkan perlindungan karena dianggap tidak ada ancaman.

Selain itu, kata dia, LPSK juga menyebut untuk kebutuhan pemulihan psikologis, Putri dianggap berkemampuan untuk mengupayakannya sendiri.

"Jadi pada titik ini kami menyayangkan  LPSK yang terkesan menyalahkan korban dengan kata 'tidak kooperatif'. Padahal telah mengetahui kondisi mentalnya," ucap Siti Aminah Tardi, Selasa (16/8/2022).

Siti Aminah Tardi menjelaskan sebenarnya layanan LPSK bisa diarahkan pada rehabilitasi psikologis dengan merujuk Putri Candrawathi untuk ditangani RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) terlebih dahulu, maka pemulihan dan akses untuk meminta keterangan akan lebih bisa diupayakan.

Baca juga: Hilangkan Stigma Negatif, Sebanyak 50 ODGJ Ikuti Upacara HUT ke 77 RI di Kota Bekasi

Baca juga: HUT Ke-77 RI Bawa Berkah bagi Pengusaha Sablon di Kota Bekasi

Kendati demikian, ia menyebut Komnas Perempuan tetap menghormati keputusan LPSK tersebut.

"Kami menghormati keputusan LPSK di mana keputusan tersebut didasarkan pada hasil assessment yang menyatakan bahwa Ibu P memiliki gejala kesehatan jiwa yang berdampak pada terhambatnya pemberian keterangan dari Ibu P kepada LPSK," ucapnya.

Perlu Didalami

Siti Aminah Tardi mengaku Komnas Perempuan tetap mengikuti perkembangan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Siti Aminah Tardi mengatakan dugaan pelecehan seksual yang dialami istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, perlu diperdalam meski penyidikan dihentikan polisi.

"Kami memperhatikan argumentasi dan rujukan peraturan terkait penghentian kasus ini. Namun demikian, kami berpendapat bahwa peristiwa KS (kekerasan seksual) Ibu P masih perlu diperdalam," kata Siti Aminah Tardi.

Baca juga: Sebanyak 1.472 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Dapat Remisi HUT RI, 25 Langsung Bebas

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Perusahaan PMA Jepang Produsen Alat Kesehatan Butuh 25 Operator Produksi

Siti Aminah Tardi menyebut kasus dugaan pelecehan itu perlu diperdalam termasuk peristiwa yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

"Termasuk peristiwa di Magelang dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan P," ujar Siti Aminah Tardi.

Ia juga menuturkan perlunya penanganan pemulihan psikologis terhadap Putri yang dilakukan oleh tim komprehensif, dari psikolog klinis.

"Komnas Perempuan juga mendorong penanganan pemulihan Ibu P dilakukan oleh tim yang komprehensif, yang terdiri dari psikiater, psikolog klinis dan tenaga kesehatan," ungkapnya.  (Tribunnews.com/Fersianus Waku)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved