Penembakan Brigadir J

Bareskrim dan Propam Segera Audit Investigasi Laporan Palsu Pelecehan Seksual Putri Candrawathi

Komjen Agung Budi Maryoto akan memeriksa anggota yang menerima dan yang memerintahkan membuat laporan palsu pelecehan seksual tersebut.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Miftahul Munir
Irwasum Mabes Polri, Komjen Agung Maryoto memberikan keterangan terkait pembunuhan berencana Brigadir J, di Bareskrim Polri Jumat (19/8/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Bareskrim Polri telah menghentikan kasus pelecehan seksual yang dilaporkan Putri Candrawathi ke Polres Metro Jakarta Selatan usai kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Irwasum Polri, Komjen Agung Budi Maryoto mengatakan bahwa penyidik gabungan Bareskrim dan Propam akan melakukan audit investigasi terhadap laporan pelecehan seksual tersebut.

"Timsus gabungan Bareskrim dan Propam akan audit investigasi terhadap dua laporan polisi yang diterbitkan Polres Jakarta Selatan, ini masih jalan," kata Komjen Agung Budi Maryoto di Mabes Polri, Jumat (19/8/2022).

Komjen Agung Budi Maryoto memastikan pihaknya akan memeriksa anggota yang menerima dan yang memerintahkan membuat laporan palsu pelecehan seksual tersebut.

Jenderal bintang tiga ini menduga, ada keterlibatan anggota Polri untuk mengaburkan pokok perkara pembunuhan Brigadir Yosua.

Baca juga: Seorang Lelaki Diamankan Polisi, Kedapatan Bawa Senjata Tajam di Jalan Ahmad Yani

Baca juga: Bareskrim Temukan Rekaman CCTV yang Hilang, Jadi Bukti Penetapan Tersangka Putri Candrawathi

"Kami terima kasih kepada Komnas HAM dan Kompolnas lakukan pengawalan dan pengawasan dalam proses kasus ini," tegasnya.

Sebelumnya, Tim khusus Bareskrim telah menetapkan 35 anggota polisi di tempatkan dalam ruang khusus Mabes Polri atas dugaan keterlibatan rekayasa kematian Brigadir Yosua Hutabatat.

Kemudian ada 15 orang anggota Polri lainnya ditaruh dalam tempat khusus Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Irwasum Mabes Polri Komjen Agung Maryoto mengatakan, 15 anggota di tempat khusus itu diperiksa secara mendalam oleh penyidik Bareskrim.

"Maka terdapat enam orang dari hasil pemeriksaan yang patut diduga tindak pidana yaitu obstruction obsjustice yaitu halangi penyidikkan FS, Brigjen Pol AK, AKBP ANP, AKBP AR, Kompol BW, Kompol CP," tegasnya di Bareskrim Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Perusakan CCTV Rumah Dinas Ferdy Sambo, Dirsiber Polri Periksa 16 Saksi dari Bripka Hingga Brigjen

Baca juga: Timsus Limpahkan Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Brigadir J dan Empat Tersangka Sore ini

Karena FS sudah jadi tersangka, maka lima anggota Polri itu akan segera dilimpahkan ke penyidik untuk diperiksa.

Namun, ia belum bisa menerangkan apakah lima anggota ini bisa disangkakan Pasal pembunuhan berencana atau tidak.

"Secara teknis nanti dijelaskan pasalnya, maka akan dilakukan tingkatkan penyelidikan lebih lanjut
Penyidik sudah periksa mendalam dengan scientific crime investigasi, alat bukti yang ada gelar perkara maka penyidik tetapkan PC sebagai tersangka," tuturnya. (Wartakotalive.com/Miftahul Munir)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved