Penembakan Brigadir J

LPSK Bongkar Kejanggalan Temuan Komnas HAM soal Dugaan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi

Menanggapi temuan Komnas HAM, Edwin Partogi Pasaribu membeberkan, setidaknya ada tujuh poin yang dinyatakan janggal oleh LPSK.

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu saat ditemui di ruang kerjanya Kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (11/8/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) membongkar kejanggalan terkait dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi dalam hasil temuan dan rekomendasi Komnas HAM.

Dugaan pelecehan seksual itu diungkap Komnas HAM terjadi saat Putri Candrawathi berada di Magelang dan diduga dilakukan almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir Yosua atau Brigadir J.

Menyikapi temuan Komnas HAM itu, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan adanya sejumlah kejanggalan.

Edwin Partogi Pasaribu membeberkan, setidaknya ada tujuh poin yang dinyatakan janggal oleh LPSK.

Pertama, soal kecilnya kemungkinan terjadi peristiwa pelecahan seksual, karena saat kejadian di Magelang, saat itu masih ada Kuat Ma'ruf dan saksi Susi.

Baca juga: Shin Tae-yong Datang di Pertandingan Persija Vs Bhayangkara FC, Ini Tanggapan Thomas Doll

Baca juga: Harga BBM Dinaikkan, Polisi Perketat Penjagaan 600 Lebih SPBU di Jabodetabek

"Kan waktu peristiwa itu, yang diduga ada perbuatan asusila itu, itu kan masih ada Kuat Ma'ruf dan Susi, yang tentu dari sisi itu kecil kemungkinan terjadi peristiwa, kalaupun terjadi peristiwa kan si ibu PC masih bisa teriak," kata Edwin Partogi Pasaribu saat dikonfirmasi awak media, Minggu (4/9/2022).

Kedua, Edwin Partogi Pasaribu menyatakan, dalam kasus pelecehan seksual yang ditangani LPSK erat kaitannya dengan relasi kuasa.

Relasi kuasa yang dimaksud dalam hal ini, yakni sang pelaku lebih tinggi kodratnya dibandingkan korban.

Contohnya terjadi kekerasan seksual yang melibatkan guru dengan murid, atau bos dengan staf nya.

"Kedua, dalam konteks relasi kuasa. Relasi kuasa tidak terpenuhi karena J adalah anak buah dari FS (Ferdy Sambo, red). PC adalah istri Jenderal," kata dia

Baca juga: Dampak Harga BBM Subsidi Naik, Harga Cabai di Kota Bekasi Mulai Meroket

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Besok Terakhir, PT Yamaha Motor Parts Mfg Indonesia Butuh Operator Produksi

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved