Berita Karawang

Harga BBM Naik Tinggi, PO Bus Pandawa di Karawang Bakal Sesuaikan Tarif Bus WIsata dan Bus AKAP

Wakil Operasional Wilayah Barat PO Pandawa 87 Suroso mengatakan bahwa adanya kenaikan harga BBM membuat pihaknya tak bisa berbuat banyak.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Suasana di Kantor Perusahaan Otobus (PO) Pandawa di Klari, Karawang, Senin (5/9/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Perusahaan Otobus (PO) Pandawa di Karawang, Jawa Barat bakal menyesuaikan kenaikan tarif usai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Wakil Operasional Wilayah Barat PO Pandawa 87 Suroso mengatakan bahwa adanya kenaikan harga BBM membuat pihaknya tak bisa berbuat banyak.

"Ya itu sudah kebijakan dan keputusan pemerintah," kata Suroso, pada Senin (5/9/2022).

Suroso menuturkan, menyusul adanya kenaikan harga BBM subsidi tersebut, tentunya PO Pandawa akan menyesuaikan tarif sewa bus wisata dan tarif bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Hanya saja, kata Suroso, besaran penyesuaian tarifnya masih akan dihitung.

Baca juga: Catat Pencapaian Positif, Sandiaga Dorong Program AKI Terus Angkat Kualitas Produk Ekraf

Baca juga: Jadi Lawan Main Jonathan Frizzy di Sinetron Terbaru, Alisia Rininta Tak Susah Bangun Chemistry

"Penyesuainnya berapa masih dihitung nanti juga pemberlakuan tarif baru akan diinformasikan kemudian," terang dia.

Saat ini besaran tarif Rp 210 ribu untuk tiket bus jurusan Yogyakarta, Rp 500 ribu untuk jurusan Banyuwangi, dan Rp 430 ribu untuk tiket menuju Surabaya.

"Kemungkinan 10-25 persen kenaikannya, tapi nanti belum diputuskan," ucapnya.

Menurutnya, keputusan kenaikan tarif tersebut cukup sulit diambil, karena tak memungkiri ada kekhawatiran jumlah penumpang akan menurun.

Akan tetapi harus dilakukan, karena kenaikan BBM itu secara otomatis menambah biaya operasional perjalanan.

Baca juga: Amukan Si Jago Merah Hanguskan 9 Bangunan, 55 Warga Diungsikan di Dua Lokasi

Baca juga: Masih Berduka, Libur Pelajar SDN Kota Baru II dan III Diperpanjang Usai Kecelakaan Maut

"Kalau tidak bisa menyesuaikan ya otomatis kita akan minus," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dari Pertalite, Solar, dan Pertamax. Harga terbaru BBM bersubsidi dan non-subsidi itu mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30.

"Saat ini pemerintah membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM akan mengalami penyesuaian," ujar Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Sabtu.

Menteri ESDM Arifin Tasrif selanjutnya menjabarkan penyesuaian harga BBM terbaru mulai sore nanti yakni sebagai berikut:

-Harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter
-Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter
-Harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved