Berita Jakarta

Imbas Naiknya Harga BBM, Tarif PO Bus di Terminal Pulo Gebang Ikut Terkoreksi

Pegawai PO Bus PT Gunung Mulia Putera, Hendry (53) mengungkapkan, naiknya tiket bus tersebut mencapai nominal Rp 20.000 hingga Rp 30.000.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Rendy Rutama Putra
Deretan Agen PO Bus di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (5/9/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Naiknya harga BBM yang sudah dimulai sejak Sabtu (3/9/2022) kemarin, membuat pengelola transportasi umum, yaitu bus dalam kota maupun luar kota, turut menaikkan harga tiket bus mereka.

Satu Perusahaan Oto (PO) Bus di terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, yakni PT Gunung Mulia Putera, terpantau sudah menaikkan tarifnya pada bus jurusan lintas Jawa Timur dan Jawa Tengah

Pegawai PO Bus PT Gunung Mulia Putera, Hendry (53) mengungkapkan, naiknya harga tiket bus tersebut mencapai nominal Rp 20.000 hingga Rp 30.000.

"Untuk PO Bus PT Gunung Mulia Putera, rata-rata kenaikan harganya di angka kisaran Rp 20.000 hingga Rp 30.000, yang membedakan tergantung jarak dan lokasi saja" kata Hendry, Senin (5/9/2022).

Hendry menambahkan, kenaikan harga tiket bus Gunung Mulia tersebut sudah mulai berlaku terhitung sejak Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Catat Pencapaian Positif, Sandiaga Dorong Program AKI Terus Angkat Kualitas Produk Ekraf

Baca juga: Jadi Lawan Main Jonathan Frizzy di Sinetron Terbaru, Alisia Rininta Tak Susah Bangun Chemistry

Diketahui, saat pemerintah resmi menaikan harga BBM, Hendry mengatakan pihaknya langsung menghubungi kembali pembeli tiket yang sudah memesan sebelum kenaikan harga tiket tersebut berlaku.

Akibat perubahan harga BBM itu, Hendry menjelaskan pihaknya juga menerima kerugian karena beberapa penumpang urung membeli tiket, karena naiknya harga tersebut.

"Kita langsung hubungi lagi, kita kabari pembeli tiket yang udah pesan, lalu kita jelaskan terkait kenaikan harganya," ujarnya.

Di lain tempat, Pegawai PO Bus Santoso di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Defi (44) menambahkan, kenaikan kisaran harga tersebut bersifat relatif, tergantung keputusan setiap masing - masing PO Bus.

Dibuktikan dengan satu PO Bus yakni Indoren, Defi mengatakan untuk PO ini tidak mengalami kenaikan tarif, dan tentunya masih sama dengan hari sebelumnya.

Baca juga: Amukan Si Jago Merah Hanguskan 9 Bangunan, 55 Warga Diungsikan di Dua Lokasi

Baca juga: Masih Berduka, Libur Pelajar SDN Kota Baru II dan III Diperpanjang Usai Kecelakaan Maut

"Kalau untuk PO Indoren, tidak alami kenaikan karena tarif Bus Double Deck. Soalnya ini kelas super, jadi tarifnya sedari awal Rp400 ribu," imbuhnya.

Di lain pihak, karyawati PO Bus 27 Trans Jurusan Jakarta - Surabaya - Malang, Linda (25) mengungkapkan pihaknya telah menaikkan tarif ongkos.

Kenaikan itu juga dirasanya ternilai cukup tinggi, hingga selisih Rp 100.000.

"Untuk jurusan dari Jakarta menuju Surabaya - Malang, PO kami alami kenaikan dari awalnya harga tiket itu Rp410 ribu sekarang naik menjadi Rp510 ribu," ujar Linda. 

Maka dari itu, Linda mengeluhkan terkait kenaikan harga tarif tersebut, sebab akan berdampak juga ke penjualan tiket.

Baca juga: Turun Seribu Rupiah Per Gram, Segini Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Senin Ini, Simak Daftarnya

Baca juga: Jaga Keselamatan Berkendara, Jasa Marga Lakukan Pengecatan Marka Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi

Dibuktikan dengan perhitungan penjualan selama kenaikan BBM berlangsung, Linda mengungkapkan tiket PO bus nya tersebut belum ada yang memesan satu pun.

"Biasanya per hari itu setidaknya tiket bus kami itu bisa laku delapan tiket minimal, tetapi sekarang sama sekali belum ada yang membeli. Mungkin karena tarif baru, jadi banyak yang berpikir-pikir dahulu," ucap Linda. 

Diketahui, kenaikan harga BBM se Nasional SPBU sudah naik per hari Sabtu (3/9/2022), kemarin.

Untuk harga pertalite yang tadinya Rp 7.600 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Solar naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, sementara Pertamax naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter. (Wartakotalive.com/Rendy Rutama Putra)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved