Berita Kriminal

Ketua Komnas HAM Ngotot Tidak Membela Ferdy Sambo: Kami Berangkat dari Fakta-fakta, Kesaksian

Komnas HAM dituding membela Ferdy Sambo setelah kembali menggaungkan isu pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi oleh Brigadir J.

Editor: Panji Baskhara
Grup WA via Tribunnews.com
Komnas HAM dituding membela Ferdy Sambo setelah kembali menggaungkan isu pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi oleh Brigadir J. Foto: Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) tengah berfoto bersama ajudannya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. 

TRIBUNBEKASI.COM - Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengakui, tidak membela Ferdy Sambo, dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Tudingan Komnas HAM bela Ferdy Sambo itu muncul pasca gaungkan lagi isu dugaan pelecehan seksual dilakukan Brigadir J, terhadap Putri Candrawathi.

Padahal, Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto dan Dirtipidum, Brigjen Andi Rian Djajadi mengakui penyidikan terhadap dugaan pelecehan seksual dihentikan, karena tak ditemukan unsur pidana dan buktinya.

Taufan mengatakan alasan pihaknya kembali merekomendasikan penyidik untuk menindaklanjuti dugaan tersebut karena berangkat dari kesaksian dan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Baca juga: Komnas HAM Sebut Ada Dugaan Orang Ketiga Turut Eksekusi Brigadir J Selain Ferdy Sambo dan Bharada E

Baca juga: AKP Dyah Chandrawati Tidak Dipecat Polri Walau Terlibat Kasus Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo

Baca juga: Hasil Uji Kejujuran Ferdy Sambo Menggunakan Lie Detector Tidak akan Diumumkan ke Publik, Kenapa?

"Tidak ada skenario, tidak ada upaya pembelaan. Kami berangkat dari fakta-fakta, ada kesaksian, kemudian ada kesaksian lain, sesuai Pasal 25 ayat 3 a dan b (UU TPKS)."

"Bahwa mereka melihat Ibu Putri menangis, keterangan dari saksi lain. Kemudian kami juga meminta keterangan dari psikolog klinis yang mendampinginya, ada dua orang."

"Setidaknya mereka berdua ini mengatakan bahwa Ibu Putri ketika dimintai keterangan, melakukan pendekatan dan pendalaman, ini konsisten dengan penjelasannya, bahwa dia mengalami kekerasan seksual," urai Taufan dalam acara Rosi, dikutip Tribunnews.com, Minggu (11/9/2022).

Sebagai informasi, berikut bunyi Pasal 25 ayat 3 a dan b UU TPKS yang disebut Taufan:

a. orang yang dapat memberikan keterangan yang berhubungan dengan perkara Tindak Pidana Kekerasan Seksual meskipun tidak ia dengar sendiri, tidak ia lihat sendiri, dan tidak ia alami sendiri, sepanjang keterangan orang itu berhubungan dengan tindak pidana tersebut;

b. Saksi yang keterangannya berdiri sendiri tetapi ada hubungannya satu dengan yang lain sedemikian rupa sehingga dapat membenarkan adanya suatu kejadian atau keadaan tertentu dan keterangannya dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah baik dalam kualifikasi sebagai keterangan Saksi maupun petunjuk.

 
Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved