Berita Kriminal

Hanny Suteja, Tersangka Kasus Robot Trading Net89 Tewas Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Solo-Semarang

Bareskrim Polri beri penjelasan soal kronologi Hanny Suteja, tersangka kasus robot trading Net89 tewas kecelakaan lalu lintas di Tol Solo-Semarang.

Editor: Panji Baskhara
shutterstock via Kompas.com
Foto Ilustrasi: Bareskrim Polri beri penjelasan soal kronologi Hanny Suteja, tersangka kasus robot trading Net89 tewas kecelakaan lalu lintas di Tol Solo-Semarang. 

TRIBUNBEKASI.COM - Hanny Suteja alias HS, tewas dalam kecelakaan lalu lintas (Lalin) di Tol Solo-Semarang.

Diketahui, Hanny Suteja merupakan tersangka kasus robot trading Net89.

Polri menjelaskan kronologi Hanny Suteja tewas kecelakaan di Tol Solo-Semarang.

Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Chandra Sukma Kumara, sebut Hanny Suteja meninggal dunia ketika dibawa ke rumah sakit, setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Solo-Semarang.

Baca juga: Tersangka Kasus Robot Trading Net89 Tinggal 7 Orang, 1 Tersangka Meninggal karena Kecelakaan

Baca juga: Bareskrim Sita Aset Reza Paten, Tersangka Kasus Robot Trading Net89, Ada Ikat Kepala Rp 2,2 Miliar

Baca juga: Terkait Kasus Penipuan Robot Trading Net89, Bareskrim Jadwalkan Pemeriksaan Atta Halilintar dkk

"Bahwa untuk tersangka HS benar telah meninggal dunia pada hari Minggu 30 Oktober 2022, karena kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Tol Solo-Semarang," kata Chandra kepada wartawan, Senin (14/11/2022).

Ia menuturkan bahwa Hanny Suteja dinyatakan meninggal dunia seusai dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali.

Hal itu terlihat dalam surat keterangan kematian yang dikeluarkan pihak rumah sakit.

"Dinyatakan meninggal dunia tanggal 30 Oktober 2022 pukul 01.00 WIB, sesuai surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh RSUD Pandan Arang Boyolali," jelasnya.

Lebih lanjut, Chandra mengaku tidak mengetahui tujuan Hanny lewat jalan tol Solo-Semarang hingga akhirnya mengalami kecelakaan.

Hal yang pasti, dia melakukan perjalanan itu setelah ditetapkan tersangka.

"Betul setelah ditetapkan tersangka, perjalanannya untuk apa saya nggak tahu," tukasnya.

 

Sebagai informasi, Bareskrim Polri menetapkan Reza Paten atau pemilik nama Reza Shahrani ini sebagai tersangka.

Dia ditetapkan tersangka bersama 8 orang lainnya.

Para tersangka yakni AA sebagai pendiri atau pemilik Net89 atau PT SMI, LSH selaku direktur, dan ESI selaku anggota dan operator. Lalu, LS, AL, HS, FI, dan D yang seluruhnya merupakan sub operator robot trading Net89.

Mereka dijerat Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 28 dan/atau Pasal 34 ayat 1 juncto Pasal 50 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dia juga dijerat Pasal 69 ayat 1 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana dan/atau Pasal 46 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 198 tentang Perbankan.

(Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved