Wanita Dimutilasi
Proses Otopsi Selesai, Jenazah Angela Akan Dimakamkan di TPU Kampung Kandang
Almarhumah Angela akan dimakamkan satu liang lahat bersama anaknya, Anna Laksita Leialoha, yang lebih dulu meninggal di tahun 2018 lalu.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya tengah mendalami motif terduga pelaku memutilasi korban yang identitasnya belum diketahui itu, termasuk keterlibatan wanita yang ditangkap bersama MEL.
"Kita sedang dalami. Motifnya dan sebagainya. Ini masih sangat awal, sangat dini," kata eks Kapolres Metro Jakarta Pusat itu.
Awal kasus itu terungkap dari adanya laporan orang hilang, lalu diketahui orang yang hilang tersebut ada di sebuah kontrakan.
Baca juga: Kejar Target Angka Stunting di Karawang Zero Kasus pada 2024, TPPS Lakukan Beberapa Cara Ini
Baca juga: Dinkes Kota Bekasi Bentuk Tim Investigasi Selidiki Kasus Keracunan Jajanan Makanan Chiki Ngebul
"Kita temukan informasi bahwa yang bersangkutan ada di kos-kosan di Tambun, Bekasi. Pada saat kita cari di lokasi itu, kita mengajak pemilik kos ke dalam, ternyata kita di dalam menemukan suatu hal yang sangat mengejutkan buat kami tim penyelidik," ucap Hengki.
"Ternyata di sana ada jenazah dalam dua kontainer, ini jenazah siapa dan sebagainya, oleh karenanya kami melaksanakan olah TKP bersama tim Inafis," lanjutnya.
Pemeriksaan DNA
Identitas jenazah perempuan yang ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi masih belum terungkap.
Polisi kini tengah mencoba mengungkapnya melalui pemeriksaan DNA.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, pada Kamis (5/1/2023) lalu.
Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: PT Shinko Kogyo Indonesia Masih Buka Lowongan untuk Posisi Operator PPIC
Baca juga: Lowongan Kerja Bekasi: PT LRT Jakarta Tengah Buka Lowongan untuk Posisi Assistant Manager
"Saat ini sedang melakukan pemeriksaan sero biomolekuler untuk memastikan identitas mayat," katanya.
Menurut Hengki, diperlukan ketelitian dan kehati-hatian dalam menyelidiki kasus pembunuhan dengan mutilasi tersebut.
"Jenazah ini diperkirakan (telah meninggal) lama. Oleh karenanya tingkat kesulitan cukup tinggi. Perlu ketelitian dan kehati-hatian," katanya.
Dia menyatakan akan ada penjelasan secara komprehensif saat proses sero biomolekuler rampung.
"Kami tidak boleh hanya bergantung kepada pengakuan tersangka," ucap Hengki.
"Kalau identitas mayat sudah firm (pasti), maka kami akan memberikan penjelasan lanjutan secara komprehensif," sambungnya.
Baca juga: DPT Kota Bekasi Bertambah Jumlah TPS Naik 15 Persen
Baca juga: Bakalan Seru Nih, Kiky Saputri Janji Roasting Khairi di Depan Orang Tuanya Jika Sudah Sah
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.