Demo di DPR

Kawasan Slipi Jadi Mencekam Usai Demo, Pedagang Tutup Lebih Cepat: "Saya Takut Banget"

Suasana Slipi lumpuh usai aksi demo, Jumat (29/8/2025). Jalanan gelap, lampu padam, pedagang enggan berjualan hingga malam.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
TOKO TUTUP - Kawasan Slipi Jakarta Barat, lumpuh usai demo, Jumat (29/8/2025). Jalanan gelap, kios-kios tutup cepat, pedagang kecil terpaksa hentikan dagangan lebih awal demi keselamatan. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Kawasan Slipi, Jakarta Barat, yang biasanya ramai dengan lampu jalan, pedagang asongan, dan anak muda bermain skateboard di kolong flyover, berubah mencekam pada Jumat (29/8/2025) sore.

Pantauan Warta Kota sekitar pukul 17.55 WIB, suasana gelap gulita menyelimuti ruas Jalan Palmerah Utara menuju perempatan lampu merah Slipi.

Lampu jalan padam, kios-kios menutup rolling door lebih cepat, sementara pedagang asongan yang biasa hilir mudik seakan lenyap ditelan situasi.

Kolong flyover Slipi yang kerap jadi tempat nongkrong anak muda pun lumpuh total. Tak ada aktivitas. Hanya gelap, dingin, dan sunyi.

Di tengah kondisi itu, sejumlah kelompok massa terlihat berjalan sambil membawa bendera dan bambu. Pemandangan ini menambah ketegangan yang sudah lebih dulu dirasakan warga sekitar.

Warung Kopi Tutup Lebih Cepat
Uus (34), pemilik warung kopi di sekitar Slipi, tampak terburu-buru menutup etalase dan menggulung rolling door saat azan magrib berkumandang.

Padahal biasanya ia masih melayani pembeli hingga larut malam.

"Pada tutup, jadi ya udah ikut tutup aja. Yang penting aman," ujar Uus singkat dengan wajah cemas.

Baca juga: Tanggapi Tewasnya Affan Kurniawan, Prabowo: Saya Kecewa dengan Tindakan Petugas yang Berlebihan

Baca juga: Identitas 7 Anggota Brimob yang Lindas Ojol Affan Kurniawan Terungkap, Ada Kompol hingga Bharaka

Ia mengaku sejak demo besar pada 25 Agustus lalu, suasana Slipi terasa sangat berbeda. Bukan sekadar ricuh, tapi ada hawa mencekam yang membuat warga sekitar was-was.

"Kalau demo yang kemarin mendingan, enggak sampai ke sini. Waktu yang tanggal 25 itu, sampai ke sekitar warung, massa sama aparat saling serang. Jadi takut," ucapnya.

Pedagang Bakso Pilih Menjauh
Hal serupa dialami Roy (32), pedagang bakso keliling. Ia mengaku pendapatannya kian merosot akibat suasana Slipi yang tidak kondusif.

"Cuma ya mau gimana lagi, keadaan lagi begini, mau enggak mau kita harus terima," ujarnya pasrah.

Roy memilih tidak mangkal di sekitar lokasi demo. Ia lebih sering berjualan di kawasan Polsek Palmerah demi menjaga keselamatan diri.

"Saya kalau jualan di daerah demo agak takut. Takutnya ada orang makan, tiba-tiba kabur karena suasana rusuh, yang nanggung siapa? Kan kita juga rugi," keluhnya.

Baca juga: Ayah Affan Kurniawan Nyaris Tumbang, Ratusan Ojol Menangis di Pemakaman Karet Bivak

Baca juga: Reza Indragiri Bongkar Kondisi Psikis Sopir Rantis Brimob yang Tabrak Ojol Affan Kurniawan

Harapan Warga
Meski khawatir, baik Uus maupun Roy berharap kondisi Slipi segera kembali normal. Mereka ingin berdagang dengan tenang, tanpa dihantui rasa takut setiap kali ada massa aksi turun ke jalan.

"Semoga cepat aman lagi, biar rakyat bisa sejahtera," tutur Roy menutup percakapan.

Kini, Slipi yang biasanya penuh riuh kehidupan malam, mendadak senyap. Pedagang angkat kaki lebih cepat, lampu jalan padam, dan hanya rasa cemas yang tersisa di udara.

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp 

 

Sumber: Wartakota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved