Kamis, 4 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Keracunan MBG

Keracunan Massal MBG, Pakar: Jangan Stop, Justru Perbaiki Tata Kelola!

Ribuan siswa keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis. Pakar minta MBG tetap jalan dengan tata kelola ketat.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
(tribunjabar.id/Rahmat Kurniawan)
KERACUNAN MBG – Suasana di GOR Cipongkor, Bandung Barat, Senin (22/9/2025) malam, penuh sesak oleh ratusan siswa yang menjadi korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis. Petugas medis berjibaku memberi pertolongan darurat. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat menjadi sorotan nasional.

Ribuan pelajar jatuh sakit setelah menyantap makanan dari dapur MBG, namun banyak pihak menilai program ini tetap harus jalan dengan pengawasan lebih ketat.

Eki Baehaki, pakar kebijakan publik Universitas Pasundan Bandung, menyebut insiden keracunan ini ibarat lampu merah. 

Menurutnya, program MBG adalah investasi besar negara dalam melawan stunting dan malnutrisi, tetapi bisa gagal jika tata kelolanya dibiarkan rapuh.

Baca juga: Dituduh Positif HIV, Warga Batang Ini Ternyata Jadi Korban Salah Diagnosa Pascaoperasi di RSUD

Baca juga: Surat dari Balik Jeruji, Curhat Haru Siswa SMAN 62 Ditahan Usai Demo DPR: Takut Dipecat Sekolah

Baca juga: Kodim 0507 Bekasi Pastikan Kualitas MBG, Babinsa Diminta Cium dan Foto Makanan

“Sepiring makan bergizi gratis itu intervensi negara yang sangat dibutuhkan. Tapi tanpa tata kelola disiplin, justru bisa jadi bumerang bagi kesehatan dan kepercayaan publik,” kata Eki, Minggu (28/9/2025).

Eki menegaskan, kasus keracunan bukan alasan untuk menghentikan program. Justru ini momentum untuk memperbaiki sistem dari hulu hingga hilir.

Prinsip keamanan pangan, mulai dari kebersihan bahan, pemisahan makanan mentah dan matang, hingga penyimpanan di suhu aman, harus ditegakkan di semua titik distribusi.

“Kalau tidak segera diperbaiki, kerugiannya bukan hanya kesehatan anak-anak, tetapi juga kepercayaan publik dan stabilitas politik,” tegasnya.

Sempat Khawatir

Farid, siswa kelas XI SMKN 4 Padalarang, mengaku tetap senang mendapat jatah MBG. Katanya, selain bergizi, uang jajan bisa ditabung karena makan sudah ditanggung sekolah.

“Enak makanannya, kami habiskan semua,” ujarnya.

Ibu Siti, orang tua murid SD Negeri 2 Cimareme, sempat khawatir mendengar berita keracunan. Namun ia merasa tenang karena guru di sekolah anaknya selalu mengecek makanan sebelum dibagikan.

“Kalau ada yang basi, guru langsung stop. Itu yang bikin saya yakin makanan anak saya aman,” katanya.

Data Korban Keracunan MBG

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Bandung Barat hingga Kamis (25/9/2025), jumlah korban mencapai 1.333 orang.

Sumber: Wartakota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved