Keracunan MBG
Keracunan Massal MBG, Pakar: Jangan Stop, Justru Perbaiki Tata Kelola!
Ribuan siswa keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis. Pakar minta MBG tetap jalan dengan tata kelola ketat.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat menjadi sorotan nasional.
Ribuan pelajar jatuh sakit setelah menyantap makanan dari dapur MBG, namun banyak pihak menilai program ini tetap harus jalan dengan pengawasan lebih ketat.
Eki Baehaki, pakar kebijakan publik Universitas Pasundan Bandung, menyebut insiden keracunan ini ibarat lampu merah.
Menurutnya, program MBG adalah investasi besar negara dalam melawan stunting dan malnutrisi, tetapi bisa gagal jika tata kelolanya dibiarkan rapuh.
Baca juga: Dituduh Positif HIV, Warga Batang Ini Ternyata Jadi Korban Salah Diagnosa Pascaoperasi di RSUD
Baca juga: Surat dari Balik Jeruji, Curhat Haru Siswa SMAN 62 Ditahan Usai Demo DPR: Takut Dipecat Sekolah
Baca juga: Kodim 0507 Bekasi Pastikan Kualitas MBG, Babinsa Diminta Cium dan Foto Makanan
“Sepiring makan bergizi gratis itu intervensi negara yang sangat dibutuhkan. Tapi tanpa tata kelola disiplin, justru bisa jadi bumerang bagi kesehatan dan kepercayaan publik,” kata Eki, Minggu (28/9/2025).
Eki menegaskan, kasus keracunan bukan alasan untuk menghentikan program. Justru ini momentum untuk memperbaiki sistem dari hulu hingga hilir.
Prinsip keamanan pangan, mulai dari kebersihan bahan, pemisahan makanan mentah dan matang, hingga penyimpanan di suhu aman, harus ditegakkan di semua titik distribusi.
“Kalau tidak segera diperbaiki, kerugiannya bukan hanya kesehatan anak-anak, tetapi juga kepercayaan publik dan stabilitas politik,” tegasnya.
Sempat Khawatir
Farid, siswa kelas XI SMKN 4 Padalarang, mengaku tetap senang mendapat jatah MBG. Katanya, selain bergizi, uang jajan bisa ditabung karena makan sudah ditanggung sekolah.
“Enak makanannya, kami habiskan semua,” ujarnya.
Ibu Siti, orang tua murid SD Negeri 2 Cimareme, sempat khawatir mendengar berita keracunan. Namun ia merasa tenang karena guru di sekolah anaknya selalu mengecek makanan sebelum dibagikan.
“Kalau ada yang basi, guru langsung stop. Itu yang bikin saya yakin makanan anak saya aman,” katanya.
Data Korban Keracunan MBG
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Bandung Barat hingga Kamis (25/9/2025), jumlah korban mencapai 1.333 orang.
| Usai Kejadian 20 Murid SDN di Meruya Selatan Keracunan, Distribusi MBG Distop Dulu |
|
|---|
| Sekitar 400 Siswa SMAN 1 Yogyakarta Alami Keracunan MBG, Mayoritas Mengeluh Sakit Perut |
|
|---|
| Kasus Keracunan Murid Bekasi, Wali Kota Tri Adhianto Bentuk Satgas Awasi Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
| Penyebab Murid SDN Kota Baru III Bekasi Keracunan Terungkap, Ternyata Ada Bakteri di Menu MBG! |
|
|---|
| Anak-Anak di Jakarta Keracunan Makan Bergizi Gratis, Dinkes Ungkap Penyebab Sebenarnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Suasana-di-GOR-Cipongkor-Bandung-Barat-Senin-2292025-malam-keracunan-MBG.jpg)