Breaking News:

Berita Nasional

Potensi Kerugian Akibat Kasus Stunting di Indonesia Bisa Tembus Rp463 Triliun

PDB negara kita Rp15.434 triliun pada tahun 2020. Maka artinya, kerugian akibat stunting diperkirakan sebesar Rp308 triliun hingga Rp463 triliun.

Editor: Ichwan Chasani
Instagram @kyai_marufamin
Wakil Presiden Maruf Amin sebut pemerintah terus melakukan upaya percepatan penurunan prevalansi stunting di Indonesia. 

TRIBUNBEKASI.COM — Potensi kerugian negara efek dari permasalahan stunting berdampak 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, sehingga angka kerugian diperkirakan dapat mencapai Rp463 triliun.

Demikian diungkapkan Plt Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sugeng Haryono dalam Forum Stunting Nasional 2021, Selasa (14/12/2021).

Sugeng mengatakan bahwa permasalahan stunting hingga gizi buruk merupakan hal yang sangat serius. Sebagai informasi, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

Hal tersebut ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan Pemerintah di bidang kesehatan.

Baca juga: Wapres Nilai Stunting dan Gizi Buruk Berpengaruh Terhadap Pertumbuhan PDB Negara

“Berdasarkan data World Bank, stunting menimbulkan kerugian ekonomi negara sebesar 2 hingga 3 persen dari produk domestik bruto atau PDB,” ungkap Sugeng dalam Forum Stunting Nasional 2021, Selasa (14/12/2021).

“PDB negara kita Rp15.434 triliun pada tahun 2020. Maka artinya, kerugian akibat stunting diperkirakan sebesar Rp308 triliun hingga Rp463 triliun,” lanjutnya.

Sugeng kembali menjabarkan, angka prevalensi stunting di Indonesia saat ini masih sebesar 27,7 persen.

Dari angka tersebut masih diperlukan upaya dari berbagai Kementerian dan Lembaga melalui intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitif.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Prevalensi Stunting di Indonesia Turun Jadi 14 Persen di 2024

Diharapkan upaya tersebut dapat menurunkan stunting sebesar 3 persen per tahun, atau menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Pemerintah melalui Presiden Joko Widodo telah mengarahkan untuk dapat menekan angka prevalensi stunting di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved