Penembakan Brigadir J

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Terancam Hukuman Mati

Bukan hanya satu pasal saja, istri Irjen Ferdy Sambo itu dijerat dengan empat pasal berlapis sekaligus oleh penyidik.

Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Miftahul Munir
Irwasum Mabes Polri, Komjen Agung Maryoto memberikan keterangan terkait pembunuhan berencana Brigadir J, di Bareskrim Polri Jumat (19/8/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dijerat pasal pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Sangkaan pasal tersebut seusai Timsus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka.

Bukan hanya satu pasal saja, istri Irjen Ferdy Sambo itu dijerat dengan empat pasal berlapis sekaligus oleh penyidik.

"Pasal 340 sub 338 jo pasal 55 jo pasal 56 KUHP. Ini pasal yang disangkakan ke Putri," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Seperti diketahui, pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) berbunyi, “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun”.

Baca juga: Timsus Polri Periksa 83 Personel terkait Kasus Pembunuhan Berencana terhadap Brigadir J

Baca juga: Miliki Dua Alat Bukti, Kabareskrim Sebut Putri Candrawathi Terlibat Pembunuhan Berencana Brigadir J

Adapun penerapan pasal itu merupakan pasal yang sama seperti yang diterapkan kepada 4 tersangka lainnya, yakni mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Maaruf.

Diberitakan sebelumnya, Timsus Polri menetapkan Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menjadi tersangka dugaan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Adapun penetapan tersangka tersebut disampaikan langsung oleh Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto.

Menurutnya, Putri Candrawathi ditetapkan tersangka seusai penyidik melakukan gelar perkara.

"Berdasarkan hasil perkara menetapkan saudari PC sebagai tersangka," kata Agung di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Lapas Kelas IIA Bekasi Batasi Kunjungan Keluarga Warga Binaan, Ini Persyaratan Jika Ingin Menjenguk

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Besok Terakhir, Isuzu Astra Motor Indonesia Butuh 10 Operator Produksi

Agung menyampaikan bahwa Putri belum ditahan karena alasan sakit. Dia juga telah mengirimkan surat sakit kepada penyidik secara resmi.

"Seyogyanya kemarin Ibu PC diperiksa, tapi karena ada surat sakit, maka di hold, meski tetap gelar perkara dan dilakukan tersangka," jelas Agung.

Di sisi lain, Agung menuturkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak kedokteran untuk memeriksa kesehatan Putri.

"Kami akan terus kordinasi dengan dokter. Jadi belum (ditahan)," pungkasnya. (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved